Bizniz online’s

Just another WordPress.com weblog

K-ELEGANCE TUDUNG

Posted by biznizonline on March 19, 2009

K-ELEGANCE TUDUNG

K-Elegance Tudung merupakan produk inovatif dan efektif yang dikembangkan dengan teknologi modern, terbuat dari bahan Nanometer yang mengandung sistem infra merah.

BAHAN NANOMETER

K-Elegance Tudung terbuat dari bahan nanometer dengan Nanoteknologi Jepang yang merupakan teknologi ber-azaskan molekul yaitu bioteknologi molekul dan teknologi bahan molekul, dibangunkan pada skala nano 1/1,000,000,000 dari satu meter.

Bahan-bahan nanometer tersebutterdiri dari bahan molekul dengan kualitas yang terbaik dan merupakan pilihan terbaik dalam terapi natural.

SISTEM KESEHATAN INFRA MERAH

Merupakan sistem sinar infra merah jauh yang merupakan sumber energi

alam yang berasal dari sinar matahari dengan pancaran sinar infra merah

jauh yang murni dan mempunyai frekwensi yang cocok dengan tubuh

manusia(8-10u).

Pancarannya bagai kilauan berlian, sehingga dalam tumpukan sinar yang

saling membias dan bersilangan, maka kepadatan pemancarannya

bertambah tinggi dan mencapai efek pemanasan maksimal.


tudung-elegance1

K-Elegance Tudung dapat digunakan sebagai  asar kerudung maupun jilbab, menjaga kesegaran dan kesehatan rambut wanita yang tetutup kerudung maupunjilbab.

Memberikan kenyamanan dan rasa kesegaran pada rambut dan kepala.

CARAPEMAKAIAN:

Dapat digunakan sepanjang hari sebagai tudung kepala.

Tidak sesuai bagi mereka yang mempunyai kulitsensitif.

Jangan cuci K-Elegance Tudung dalam air yang panas.

Jangan gunakan sembarang bahan pencuci bajuberkimia.

Hanya rendam dalam air biasa dan keringkan ditempatyangdingin.

Jangan gunakan mesin cuci.

TERSEDIA DALAM 2 WARNA:

Hitam

Putih

KEMASAN:

1 box isi 2 buah (dua warna)

HARGA K-ELEGANCE TUDUNG :

Rp. 240.000,- (Indonesia Wilayah A)

Rp. 256.000,- (Indonesia Wilayah B)

Posted in K-ELEGANCE TUDUNG | Leave a Comment »

SLIMMING BODY UNDERGARMENT

Posted by biznizonline on March 18, 2009

SLIMMING BODY UNDERGARMENT

Slimming Body Undergarment merupakan pakaian pelangsing yang mengandung ion negatif dan tembaga, serat anti-bakteri, serta dilengkapi dengangelombang magnet dan sinar infra merahjauh.

Ukurannya dapat disesuaikan dengan bentuk tubuh dan tersedia dalam kemasan berwarna coklat dan hitam. Tubuh anda akan terlihat cantik dan menarik dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

. ION NEGATIF

Ion Negatif merupakan unsur alami yang penting dan bermanfaat bagi tubuh sebagai vitamin udara. Dapat melancarkan sirkulasi darah dan memberikan ketenangan pada saat merasa tegang atau gelisah serta baik untuk sistem saraf pusat.

ION TEMBAGA

Ion tembaga ditemukan oleh Profesor dari Institut of Public Health di Jepang. Ion tembaga dapat merubah bentuk perut dan tubuh. Dapat membantu membersihkan kulit, menghilangkan bau dan membunuh bakteri yang merugikan, mengurangi rasa tidak nyaman pada bagian kewanitaan. Bermanfaat mengeluarkan toksin dari dalam tubuh melalui urin dan menghilangkan rasa sakit pada saat menstruasi.

. SERATANTI-BAKTERI

Serat anti-bakteri terbuat dari bahan elastis yang berasal dari Jepang yang memiliki kemampuan membunuh bakteri yang merugikan dan menghilangkan bau. Dapat tahan lama serta mengurangi keputihan sehingga merasa lebih bersih dan nyaman pada daerah kewanitaan.

GELOMBANG MAGNET

Pengaruh gelombang magnet dibuat dengan menggunakan teknologi tinggi dengan tenaga butiran biokimia porselin. Kekuatannya terbentuk pada panjang gelombang 8-30 pada medan magnet di daerah sekitar perut. Pada saat gelombang magnetiknya diserap oleh tubuh, sel akan menjadi aktif dan gesekan yang terjadi diantara sel-sel akan menghasilkan panas yang bermanfaat untuk membakar timbunan lemak, melancarkan sirkulasi darah, memperbaiki sistem saraf serta meningkatkan metabolisme tubuh. Semua hal tersebut berpengaruh dalam merawat bentuk tubuh dan menjagakesehatan.


SINAR INFRA MERAH JAUH

Butiran yang mengandung sinar infra merah dibuat dari bahan mineral alami yang berasal dari Jepang yang dikenal dengan nama Batu Uap Elektrik, yang jika terkena panas butiran tersebut akan memancarkan sinar infra merah. Sinar tersebut bermanfaat untuk memperbaiki fungsi limfe, mengeluarkan racun,memberikan kenyamanan serta mengecilkan daerah pinggang mencegah rasa gatal dan panas pada kulit menghilangkan bau, mencegah sembelitdan mengurangi cairan yang berlebih pada vagina.

CARAMENCUCI:

Cuci dengan air bersuhu 30° C.

Tidak boleh dicuci kering.

Tidak boleh menggunakan pemutih dan detergen.

Tidak boleh disetrika.

Peras dengan hati-hati.

HARGA SLIMMING BODY UNDERGARMENT :

Rp. 653.000,- (Indonesia WilayahA)

Rp. 672.000,- (Indonesia Wilayah B)

Posted in SLIMMING BODY UNDERGARMENT | Leave a Comment »

TEH ROOIBOS SOD

Posted by biznizonline on March 18, 2009

TEH ROOIBOS SOD

Teh Rooibos SOD merupakan minuman kesehatan dengan formula unik dari

bahan alami sejenis teh dengan nama Aspalathus Linearis dari Cedarberg.

Berkualitas tinggi, diproses tanpa bahan pengawet dan zat kimia dan bebas

kafein. Tidak hanya berkhasiat menyehatkan saja tetapi juga beraroma

harum, lezat dan menyegarkan.

Dapat diminum kapan saja, baik untuk orang tua,dewasa dan anak-anak.

Minuman sehat Teh Rooibos SOD sangat terkenal di beberapa negara,

seperti Jepang,Amerika, Jerman, Switzerland, Inggrisdll.

Minuman sehat yang terbuat dari bahan baku Aspalathus Linearis, sangat

baik untuk pengganti minuman kopi atau teh untuk setiap hari.

KANDUNGAN DAN KHASIATTEH ROOIBOS SOD :

Meningkatkan oksigen dan melancarkan peredaran darah.

Menyegarkan sistem saraf, sistem metabolisme dan kesehatan kulit.

Keseimbangan cairan tubuh.

rooibos-tea

TEH ROOIBOS SOD

KandunqanZat

Setiap 200 ML

Kalsium(Ca) Kuprum(Cu) Florida (F) Besi (Fe)

1.09mg 0.07 mg 0.22 mg 0.07 mg

1.57 mg

0.04mg 7.12mg 6.16mg

0.04 mg

Magnesium (Mg)

Manganase(Mn) Potassium (K) Sodium (Na)

MANFAAT YANG DIPEROLEH:

Menguatkan tulang dan gigi.

Memperlancar metabolisme.

Menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Zinc (Zn)

Khasiat Yang Diperoleh

Menguatkan tulang dan gigi. Memperlancar metabolisme Menjaga kesehatan gigi. Meningkatkan oksigen dan melancarkan peredaran darah. Menyegarkan sistem saraf dan sistem metabolisme. Baik untuk kesehatan tulang. Berfungsi untuk metabolisme. Baik untuk pengaliran dan keseimbangan cairan tubuh. Untuk pemeliharaan kesehatan kulit.

Teh Rooibos SOD aman bagi penderita gangguan fungsi ginjal karena tidak mengandung asam oksalat, serta sangat baik bagi balita yang mengalami kembung perut atau kholik.

PETUNJUKPEMAKAIAN :

Seduh 1 sachet Teh Rooibos SOD dalam 1500 mlairpanas.

KEMASAN:

HARGA TEH ROOIBOS SOD :

Rp. 63.000,- (Indonesia WilayahA)

Rp. 65.000,- (Indonesia Wilayah B)

1 kemasan 40 sachet

Posted in TEH ROOIBOS SOD | Leave a Comment »

K-MAGNETIC & FIR BRACELET

Posted by biznizonline on March 18, 2009

K-MAGNETIC & FIR BRACELET

K-Magnetic & Fir Bracelet adalah gelang yang terbuat dari material bermutu tinggi seperti Neodymium, Nikel, Tungsten dan Stainless steel. K-Magnetic & FIR Bracelet di desain menarik dan elegan untuk anda yang ingin tampil trendy, sehat dan penuh vitalitas.

Dengan gelang kesehatan anda akan hidup lebih sehat

Dengan gelang kesehatan anda akan hidup lebih sehat

K-MAGNETIC & FIR BRACELET TERSEDIA DALAM 4 PILIHAN :

K-Magnetic & Fir Tungsten Male Bracelet.

K-Magnetic & Fir Tungsten Female Bracelet.

K-Magnetic & Fir Stainless Steel Male Bracelet.

K-Magnetic & Fir Stainless Steel Female Bracelet.

PERHATIAN :

Terapi Magnet tidak memiliki efek samping, namun tidak dianjurkan untuk digunakan jika menggunakan alat alat medis di dalam tubuh, seperti alat pacu jantung, atau ibu yang sedang mengandung.

Terapi magnet harus diletakkan tidak terlalu dekat dengan :

Kartu kredit.

Komputer, disket.

Jamtangan.

Dan benda-benda sejenis.


HARGA K-MAGNETIC & FIR BRACELET TUNGSTEN :

Rp. 1.091.000,- (Indonesia Wilayah A)

Rp. 1.200.000,- (Indonesia Wilayah B)

HARGA K-MAGNETIC & FIR BRACELET STAINLESS STEEL

Rp. 415.000,- (Indonesia Wilayah A)

Rp. 455.000,- (Indonesia Wilayah B)


HARGA K-LINK IONIZE MATTRESS

Rp. 1.148.000,- (Indonesia  ilayah A)

Rp. 1.160.000,- (Indonesia Wilayah B)

Tidur akan lebih berkualitas apabila anda dapat beristirahat dengan sepenuhnya, dimana seluruh tubuh anda terlentang menghilangkan ketegangan otot, menarik nafas secara perlahan-lahan dan dalam, kemudian organ otak besar anda mulai terbenam ke tahap istirahat yang sepenuhnya. Apabila anda bangun, rasa letih pada tubuh anda akan hilang begitu saja dan anda akan merasa begitu segar dan aktif seperti semula. K-LINK Ionize Mattress, menggabungkan manfaat dan kebaikkan dari sinar infra merah jauh, ion negatif, dan ion tembaga.

Sekarang anda dapat merasakan tidur dengan nyenyak serta menjaga kesehatan tubuh.

Posted in K-MAGNETIC & FIR BRACELET | Leave a Comment »

K-LIQUID CHLOROPHYLL

Posted by biznizonline on March 18, 2009

POM SI 024 603 051

K-LIQUID CHLOROPHYLL

APAITU K-LIQUID CHLOROPHYLL ?

K-Liquid Chlorophyll adalah minuman kesehatan (HerbalDrink) yang bahan utamanya adalah sari klorofil dari daun Alfalfa (Medicago sativa), suatu herbal bernilai nutrisi tinggi.

liquid-chlorophyl

KOMPOSISI:

Sari Daun Alfalfa yang mengandung : Sodium, Copper, Chlorophyllin, VitA, B-Complex, C, E, Calsium, Magnesium, Pospor, Asam Amino, Alpha & Beta Caroline + DIE (Universe Induced Energy).

MANFAAT/KEGUNAAN :

Sebagai Anti Oksidan, baik untuk kesehatan mata, paru-paru, lambung, pencernaandll.

Satu sendok makan K-Liquid Chlorophyll sama dengan 1 Kg sayur. Memperlancar dan membersihkan darah dari segala bentuk racun dan zat kimia dalam tubuh. Berfungsi sebagai anti kanker.

Menjaga keseimbangan Mormon dan keasaman dalam tubuh. Menghalangi pertumbuhan bakteri dan mempercepat penyembuhan luka.

Meningkatkan daya serap nutrisi dan energi.

FUNGSI UTAMA K-LIQUID CHLOROPHYLL:

Cleansing

Membersihkan sistem pencernaan, membersihkan darah, membunuh bakteri, mencegah infeksi dan detoksifikasi.

Balancing

Menyeimbangkan kadar asam dan Alkali di dalam tubuh.

Nourishing

Meregenerasi sel darah merah dan menstimulasi regenerasi sel.


PETUNJUKPEMAKAIAN:

Larutkan 1 (satu) sloki / sendok makan dalam segelasairputih.

Untuk anak dibawah umur 12 tahun cukup larutkan 1/2 (setengah) sloki atau 1 (satu) sendok teh K-Liquid Chlorophyll.

Minum 3 (tiga) gelas sehari. (sebelum makan / perut kosong).

KEMASAN:

1 botol isi 500 ml Ekstrak Chlorophyll.

SENDOK MAKAN

K-LIQUID CHLOROPHYLL

= 1 Kg SAYURAN

Rp. 140.000,- (Indonesia WilayahA)

Rp. 150.000,- (Indonesia WilayaB)

Posted in K-LIQUID CHLOROPHYLL | Leave a Comment »

K-OMEGASQUA

Posted by biznizonline on March 18, 2009

K-OMEGASQUA

POM SD 031 305 991

omegasqua

K-OmegaSqua merupakan suplemen yang sangat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan jantung, kulit dan otak manusia. K-OmegaSqua mengandung tiga unsuryang bekerja secara maksimal dan sinergis untuk menjaga kesehatan jantung, kulit dan otak.

OMEGA 3 (ERA & DMA)

Bersumber dari ikan Salmon Norwegia yang mempunyai kandungan omega 3 yang paling tinggi yaitu 70% dengan perbandingan ERA 40% dan DMA 30%.

SQUALENE

Sangat bermanfaat untuk meningkatkan kadar oksigen dalam sel dan menjaga kesehatan kulit. Merupakan minyak ikan hiu putih yang hidup di samudera Pasifik dengan kedalam 600-1000 meter dengan kondisi lingkungan tanpa cahaya matahari, tekanan tinggi dan miskin akan oksigen.

VITAMIN E

Merupakan vitamin E natural yang bermanfaat sebagai antioksidan yang mampu mencegah terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah, menjaga kelembaban kulit dan lain-lain.

MANFAAT K-OMEGASQUA MEMBANTU :

Menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

Mengatasi rasa sakit dan radang pada penderita rematik, osteoarthritis, psoriasis, eksim.dll.

Menjaga kelenturan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah.

Mencegah terjadinya kanker.

Menjaga kesehatan kulit dari terinfeksi bakteri dan jamur.

Mengaturdenyut jantung sehingga mencegah serangan jantung.

Meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

Mencegah terserang penyakit influenza dan batuk.

Mempercepat penyembuhan luka, jerawat dan penyakit kulit lainnya.

Pada ibu hamil, mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah yang berlebihan selama hamil, membantu perkembangan otak dan meningkatkan berat badan janin serta mencegah bayi lahir prematur.


Membantu regenerasi sel saraf yang mati seperti pada penderita kencing manis dan orangtua.

Mencegah terjadinya serangan asma.

KANDUNGAN K-OMEGASQUA:

Tiap softgel mengandung:

Omega 3 ………………. 500 mg

ERA ………………….40%

DMA ………………….30%

Squalene ………………. 500 mg

Vitamin E (Natural)………… 3 IU

PETUNJUKPEMAKAIAN :

Dewasa :

2×2 softgel (diminum sebelum makan). Anak-anak :

1-2×1 softgel (diminum sebelum makan).

KEMASAN:

1 botol isi 30 softgel @ 1000 mg

HARGA K-OMEGASQUA:

Rp. 134.000,- (Indonesia Wilayah A)

Rp. 141.000,- (Indonesia Wilayah B)


Posted in K-OMEGASQUA | Leave a Comment »

KINO

Posted by biznizonline on March 18, 2009

K-LINK KINO                                                                                       POM Ql 024 200 131

kino

K-LINK KINO adalah koyo yang berfungsi untuk menyerap racun dalam tubuh yang beredar bersama aliran darah. K-LINK KINO merupakan suatu inovasi yang mengagumkan dalam metode penyembuhan Fisioterapi praktis, yang menggabungkan aneka ramuan berkhasiatdengan penerapan titik-titik akupunktur dibagian telapak kaki. K-LINK KINO dapat mengatasi berbagai gangguan kesehatan secara tuntas dan efektif tanpa efek samping. KOMPOSISI: • Cukakayu (resin). Pohon Sakura, pohon Oak berkhasiat untuk menyerap racun dari peredaran darah (detoksifikasi) dan berfungsi sebagai bakterisida serta memulihkan kesehatan organ tubuh. • Chitosan (diekstrak dari kulit kerang yang hidup di kepulauan Hokaido). Berkhasiat untuk menciptakan kelembaban dan kehangatan kulit membantu membuka pori-pori kulit, membantu regenerasi sel dan meningkatkan sistem imun. • Tourmalin Powder, Stone Powder, Pearl Powder. Berfungsi sinergis sebagai absorben (penyerap toksin), yang dalam produksinya melalui proses penyinaran infra merah. • Dextrin Berfungsi menyatukan dan menstabilkan komponen-komponen lainnya, sehingga meningkatkan khasiat secara optimal. MANFAAT K-LINK KINO: • Melancarkan peredaran darah. • Mengurangi / menghilangkan rasa sakit dan nyeri. • Mengaktifkan meridian refleksi (titik-titik akupunktur). • Memperbaiki metabolisme tubuh. • Meningkatkan dan memperbaiki regenerasi sel-sel tubuh. • Menetralkan dan membuang atau menyerap zat-zat racun dalam tubuh melalui pori-pori kulit dan titik-titik akupunktur. • Mengaktifkan sel-sel (revitalisasi) dan meningkatkan daya tahan tubuh. • Meredam menyebar luasnya infeksi pada lokasi abses. • Membantu memperbaiki kualitastidur.

PETUNJUKPEMAKAIAN :

1. Keluarkan K-LINK KINO dari penutup plastik. 2. Buka bagian “A” plester. 3. Letakkan K-LINK KINO di tengah-tengah plester, dengan posisi permukaan yang tidak bertulisan menghadap keatas. Buka bagian” B” plester. 1 4. Tempelkan K-LINK KINO di telapak kaki anda sebelum tidur pada malam hari.

KEMASAN:

1 box isi 10 sachet koyo K-LINK KINO.

HARGA K-LINK KINO :

Rp. 397.000,- (Indonesia WilayahA)

Rp. 409.000,- (Indonesia Wilayah B)

Posted in KINO | Leave a Comment »

K-CHLOROPHYLL CARE

Posted by biznizonline on March 17, 2009

chlorophyl-care

K-CHLOROPHYLL CARE
Rangkaian K-CHLOROPHYLL CARE adalah produk untuk perawatan rambut dan tubuh dengan komposisi ekstrak chlorophyll alfafa dan aroma lavender yang formulasikan sesuai untuk kulit orang asia.

K-CHLOROPHYLL CARE TRANSPARANT SOAP            POMCA18080500644
Adalah produk sabun mandi yang akan membantu memberikan zat-zat gizi dan nutrisi yang sangat diperlukan kulit dan membantu memelihara kulit dengan mempertahankan kelembaban kulit serta membantu pertumbuhan sel- sel baru jika terjadi kerusakan pada kulit.

K-CHLOROPHYLL CARE BODYSHOWER                        POMCD0201700980L
Adalah sabun mandi cair untuk perawatan tubuh dengan formulasi yang sesuai untuk menjaga kelembutan sehingga memberikan kesegaran dan kebersihan pada tubuh kita.

K-Chlorophyll Care Body Shower mengandung berbagai macam komponen yang sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa gatal, membunuh bakteri dan berfungsi sebagai bahan anti jamur. Aroma lavendernya dapat membantu menenangkan pikiran dan merelaksasi tubuh.

K-CHLOROPHYLL CARE HAIR SHAMPOO 2 in 1
Adalah shampo dengan kondisioner yang akan membuat rambut lebih lembut dan bercahaya. Formula ini diciptakan dengan pH yang seimbang untuk membuat rambut menjadi lebih bersih dan sehat.
K-Chlorophyll Care Hair Shampoo 2 in Idilengkapi dengan aroma lavender yang berfungsi untuk memberikan kesegaran pada rambut setiapharinya.

K-CHLOROPHYLL CARE SUN SCREEN LOTION POM CD 1101702593
»
Adalah lotion tabir surya dengan kandungan ekstrak licorice dan bearberry bermanfaat untuk mencerahkan dan memutihkan warna kulit.
Serta mengandung SPF 18 yang efektif melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat menyebabkan penuaan dini (skin premature aging) dan menggelapkan kulit (tanning).

HARGA K-CHLOROPHYLL CARE TRANSPARANT SOAP :
Rp. 34.000,- (Indonesia WilayahA)

Rp. 37.000,- (Indonesia Wilayah B)

HARGA K-CHLOROPHYLL CARE BODY SHOWER :
Rp. 40.000,- (Indonesia WilayahA)

Rp. 44.000,- (Indonesia Wilayah B)

HARGA K-CHLOROPHYLL CARE HAIR SHAMPOO 2 IN 1
Rp. 54.000,- (Indonesia WilayahA)

Rp. 60.000,- (Indonesia Wilayah B)

HARGA K-CHLOROPHYLL CARE SUN SCREEN LOTION :
Rp. 78.000,- (Indonesia WilayahA)

Rp. 86.000,- (Indonesia Wilayah B)

Posted in K-CHLOROPHYLL CARE | Leave a Comment »

Stored Procedure SQL Server

Posted by biznizonline on March 1, 2008

Stored Procedure SQL Server
Untuk Mengiiriim E-maiill Dengan
Komponen JMaiill

Sony Arianto Kurniawan
sonyarianto@yahoo.com
Hello pembaca. Anda yang suka bergelut dengan SQL Server tentunya sudah tidak asing lagi
dengan operasi-operasi database seperti SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ataupun
operasi-operasi manajemen database seperti BACKUP, RESTORE, CREATE dan lain sebagainya.
Nah kali ini penulis akan membuat hidup Anda dengan SQL Server lebih hidup lagi dengan
membuat suatu stored procedure yang asyik punya. Sebelum kita lanjut maka kita simak dulu
pesan-pesan berikut ini.
Tulisan ini bersifat terbuka dan Anda bisa mengirimkan saran dan komentar ke
sonyarianto@yahoo.com. Anda dilarang keras mengutip sebagian atau seluruh tulisan ini tanpa
sepengetahuan penulis. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala hal yang ditimbulkan akibat
tulisan ini.
Sebelum kita mulai maka ada baiknya untuk mengetahui sejenak yang dimaksud dengan stored
procedure. Stored procedure adalah sekumpulan perintah-perintah SQL yang tersimpan dalam SQL
Server. Procedure ini sudah dalam keadaan ter-compile di server dan siap dipanggil apabila
diperlukan. Untuk lebih jelasnya silakan Anda baca buku-buku SQL Server khususnya yang
menyangkut masalah stored procedure. OK, kita kembali lagi ke masalah utama. Stored procedure
yang akan kita buat kali ini adalah stored procedure untuk mengirimkan e-mail. Di dalam SQL
Server sendiri sebenarnya sudah terdapat stored procedure seperti ini yaitu xp_sendmail, hanya saja
lumayan ribet untuk men-setting feature SQL Mail di SQL Server ini. Ribetnya gimana sih? Ya
pokoknya ribet deh, sampai-sampai penulis saja masih bingung sampe detik ini.
Kita tinggalkan saja feature SQL Mail ini dan kita akan membuat stored procedure yang lain yaitu
dengan memanfaatkan object e-mail w3 JMail dari Dimac. JMail adalah suatu komponen COM
berupa file dll yang fungsinya dapat untuk mengirim atau menerima e-mail. Selain itu pada
komponen ini terdapat pula fasilitas enkripsi dan mail merge. Dan yang paling penting komponen
w3 JMail ini GRATIS, Anda bisa dapatkan di website-nya http://www.dimac.net. Penulis menggunakan
w3 JMail versi 4.3. Gimana sih kok SQL Server bisa mengakses komponen JMail untuk mengirim
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
2
file? Terimakasih kepada SQL Server yang sudah menyediakan beberapa built-in stored procedure
OLE automation. Stored procedure OLE automation di SQL Server adalah:
• sp_OACreate, untuk membuat instance dari suatu COM object
• sp_OADestroy, untuk menghapus instance dari suatu COM object
• sp_OASetProperty, untuk men-set properti dari suatu COM object dengan nilai yang baru
• sp_OAGetProperty, untuk mendapatkan nilai properti dari suatu COM object
• sp_OAMethod, untuk memanggil method dari suatu COM object
• sp_OAStop, wah kalo ini mah gue belon ngerti terjemahannya :) silakan baca help-nya
• sp_OAGetErrorInfo, untuk mendapatkan informasi error dari OLE automation
Penulis tidak akan membahas stored procedure OLE automation SQL Server pada tulisan ini. Hal
itu mungkin akan penulis sajikan pada kesempatan yang lain. Script stored procedure di bawah
penulis beri nama sp_SendMail_JMail dan memiliki sembilan parameter. Parameter utama yang
harus ada yaitu @RecAddr (alamat e-mail tujuan) dan @SMTPServer (alamat SMTP server). Jadi
untuk bisa mengirimkan e-mail Anda cukup mengisi dua parameter di atas, tentu saja dengan
parameter yang lain akan diisi dengan nilai default masing-masing. Untuk parameter lain penulis
kira sudah cukup jelas bagi pembaca (yang sudah mengerti stored procedure) tetapi mungkin masih
ada yang bingung antara parameter @Body dan @BodyFromFile. Dua parameter tersebut memiliki
fungsi yang sama hanya saja cara pengambilan datanya yang berbeda. Jika Anda ingin menulis
langsung body e-mail Anda pada saat menjalankan stored procedure maka Anda bisa menggunakan
parameter @Body, contohnya @Body=’Ini body e-mail saya…’. Tetapi jika Anda ingin mengisi
body e-mail dengan text dari suatu text file di komputer Anda maka Anda bisa menggunakan
parameter @BodyFromFile, contohnya @BodyFromFile=’c:¥bodymail.txt’.
OK, sekarang silakan saja Anda ketik script stored di bawah ini pada SQL Query Analyzer atau
dapat juga melalui SQL Server Enterprise Manager.
– Name: sp_SendMail_JMail
– Version: 1.00
– Description: Send mail using w3 JMail free component version 4.3
– Author: Sony Arianto Kurniawan <sony-ak@aritechdev.com>
– Home Page: http://www.aritechdev.com/
create procedure sp_SendMail_JMail
@FromAddr varchar(255) = ‘sqlserver@aritechdev.com’, — from e-mail
@FromName varchar(255) = ‘SQL Server featuring JMail’, — from name
@RecAddr varchar(255), — recipient address
@RecName varchar(255) = ”, — recipient name
@Attachment varchar(1000) = ”, — attach file path
@Subject varchar(255) = ”, — e-mail subject
@Body varchar(8000) = ”, — e-mail body
@BodyFromFile varchar(1000) = ”, — e-mail body that comes from file
@SMTPServer varchar(255)
as
declare @obj int
declare @res int
declare @ires int
declare @ires2 varchar(255)
exec @res = sp_OACreate ‘jmail.Message’, @obj out
if @res <> 0
begin
return 1
end
exec @res = sp_OAMethod @obj, ‘AddHeader’, NULL, ‘App-Sender’,’SQL Server
featuring JMail (stored procedure)’
if @res <> 0
Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
3
begin
return 1
end
exec @res = sp_OASetProperty @obj, ‘From’, @FromAddr
if @res <> 0
begin
return 1
end
exec @res = sp_OASetProperty @obj, ‘FromName’, @FromName
if @res <> 0
begin
return 1
end
if @RecName = ”
begin
exec @res = sp_OAMethod @obj, ‘AddRecipient’, NULL, @RecAddr
if @res <> 0
begin
return 1
end
end
else
begin
exec @res = sp_OAMethod @obj, ‘AddRecipient’, NULL, @RecAddr,@RecName
if @res <> 0
begin
return 1
end
end
if @Attachment <> ”
begin
exec @res = sp_OAMethod @obj, ‘AddAttachment’, @ires2 out, @Attachment
if @res <> 0
begin
return 1
end
end
exec @res = sp_OASetProperty @obj, ‘Subject’, @Subject
if @res <> 0
begin
return 1
end
if @BodyFromFile <> ”
begin
exec @res = sp_OAMethod @obj, ‘AppendBodyFromFile’, NULL, @BodyFromFile
if @res <> 0
begin
return 1
end
end
else
begin
exec @res = sp_OASetProperty @obj, ‘Body’, @Body
if @res <> 0
begin
return 1
end
end
exec @res = sp_OAMethod @obj, ‘Send’, @ires out, @SMTPServer
Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
4
if @res <> 0
begin
return 1
end
if @ires <> 1
begin
return 1
end
return 0
Sekarang Anda bisa meng-execute script di atas dan stored procedure akan otomatis tersimpan pada
database yang aktif saat Anda mengeksekusi script. Mari kita coba stored procedure yang baru kita
buat ini. Penulis akan memberi contoh untuk mengirim e-mail ke alamat ivani@aritechdev.com
dengan file attachment ‘c:¥data¥mylove.gif’ dengan menggunakan SMTP Server milik AriTech
Development Indonesia (mail.aritechdev.com). Berikut ini adalah contohnya:
declare @hasil
exec @hasil = sp_SendMail_JMail
@RecAddr=’ivani@aritechdev.com’, @Subject=’Kepada Esa Ivani’,
@SMTPServer=’mail.aritechdev.com’,@Body=’Hello …. ini data file yang
diminta…’,@Attachment=’c:¥data¥mylove.gif’
Pada contoh diatas variabel @hasil akan menampung hasil kembalian dari eksekusi
sp_SendMail_JMail. Nilai variabel @hasil akan bernilai 1 apabila gagal dan 0 apabila sukses
mengirimkan e-mail.
Jika ada kritik atau komentar silakan kirim ke sonyarianto@yahoo.com.

Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Posted in Komputer | Leave a Comment »

PHP Programming & My SQL Fundamental

Posted by biznizonline on February 28, 2008

PHP Programming
Fundamental
dan
MySQL
Fundamental

Penulis dapat dihubungi melalui email endy@artivisi.com

I. Pengantar
A. Konsep Multi Tier Application
Aplikasi internet berbasis web, yang akan kita kembangkan dalam
pelatihan ini, adalah salah satu penerapan multi tier application.
Multi tier application adalah aplikasi yang dibagi menjadi beberapa
bagian yang menjalankan fungsi masing-masing. Secara umum, ada tiga
bagian utama dari multi tier application:
Client side presentation
Server side business logic
Backend storage
Client Side Presentation
Client side presentation mengatur bagaimana aplikasi berinteraksi
dengan user. Yang dimaksud dengan interaksi antara lain adalah:
bagaimana data ditampilkan, bagaimana fungsi dan fitur aplikasi
ditampilkan.
Dalam aplikasi berbasis web, client side presentation dibuat dengan
bahasa HTML, CSS, dan JavaScript. Beberapa tool yang digunakan untuk
membuat client side presentation diantaranya Microsoft Frontpage,
Macromedia Dreamweaver, dan sebagainya.
Client side presentation berbasis web contohnya adalah tampilan aplikasi
email yang kita buka dengan browser.
Server Side Business Logic
Server side business logic, sering disebut juga middle tier, adalah bagian
yang bertanggung jawab atas cara kerja aplikasi. Di dalamnya kita
mengatur bagaimana fungsi dan fitur aplikasi dapat bekerja dengan baik.
Dalam aplikasi berbasis web, ada beberapa alternatif yang dapat
digunakan, ditentukan oleh jenis platiform yang digunakan. Alternatif ini
akan dijelaskan lebih detail pada bagian selanjutnya.
3
Back End Storage
Bagian ini mengatur cara penyimpanan data. Penyimpanan data
merupakan materi yang cukup kompleks dalam pembangunan aplikasi.
Karena kecepatan, keutuhan, dan keamanan data merupakan faktor kritis
dalam aplikasi.
Ada banyak solusi database yang tersedia di pasaran. Pada umumnya,
database yang digunakan bertipe relasional (Relational Database
Management System – RDBMS). Manajemen data dilakukan dengan
bahasa SQL (Standard Query Language).
B. Perbedaan Web Based Programming dengan System
Programming
Pembuatan aplikasi berbasis web berbeda dengan pembuatan aplikasi
berbasis windows (visual programming), misalnya Visual Basic, Delphi,
atau KDevelop. Dalam visual programming, kita meningkatkan kecepatan
dan kinerja aplikasi dengan mengoptimasi penggunaan memori,
manajemen proses, dan pengaturan Input-Output. Pada pemrograman
berbasis web, faktor yang menentukan kinerja aplikasi adalah kecepatan
akses database dan kecepatan akses jaringan dan internet.
Perbedaan kedua, adalah cara aplikasi berjalan. Pada aplikasi visual,
aplikasi dibangun dengan menggunakan tool tertentu, kemudian
dikompilasi. Hasilnya dapat langsung digunakan dalam komputer. Aplikasi
berbasis web tidak dapat dijalankan langsung di komputer. Untuk
menjalankannya, dibutuhkan engine tertentu, dalam hal ini web server.
C. Teknologi Alternatif
Teknologi server side yang akan kita pelajari pada modul ini adalah PHP.
Walaupun demikian, perlu diketahui teknologi alternatif yang dapat
menjadi bahan pertimbangan.
CGI Script
CGI Script dapat dibuat dengan berbagai bahasa pemrograman, misalnya
Perl atau Phyton. Teknologi ini pernah sangat populer di masa awal
berkembangnya web based application. Tetapi saat ini banyak
4
ditinggalkan orang karena tidak efisien, tidak fleksibel, dan keamanannya
rendah.
Proprietary API
Teknologi ini adalah bahasa pemrograman yang disediakan masingmasing
webserver, misalnya ISAPI atau NSAPI. Teknologi ini memiliki
kelemahan, yaitu hanya dapat berjalan di webserver tertentu, sehingga
mengurangi portabilitas.
ASP
Merupakan solusi server side programming dari Microsoft. Teknologi ini
banyak digunakan oleh para programmer yang berlatar belakang Visual
Basic. Database pasangannya adalah MS SQL Server. Operating system
pasangannya adalah Window 2000 Server yang menjalankan webserver
Microsoft IIS.
JavaServlet/JSP
Teknologi server side Java. Mempunyai banyak keunggulan dan
kemudahan pemrograman. Tetapi karena murni berorientasi objek,
banyak programmer pemula kesulitan menggunakannya. Selain itu, Java
juga adalah bahasa pemrograman yang relatif rumit bagi pemula.
Keunggulannya, sangat portabel. Dapat dipindahkan dengan mudah dari
Windows ke Unix dan sebaliknya.
ColdFusion
Bahasa pemrograman ini mirip dengan HTML, menggunakan tag untuk
membentuk blok-blok programnya.
PHP
Banyak digunakan oleh programmer berlatar belakang C/C++ karena
kemiripan syntaxnya. Open source, karenanya gratis dan bebas.
Database pasangannya biasanya MySQL, dijalankan bersama webserver
Apache di atas operating system Linux. Semuanya gratis dan bebas.
5
II. Hello World
Dalam bagian ini, kita akan membuat kode program sederhana untuk
menunjukkan bagaimana aplikasi PHP bekerja.
Kita membutuhkan satu file yang akan kita namakan welcome.php
A. Source code
File welcome.php akan berisi tiga baris kode sebagai berikut :
<?
echo(“Hallo user .. !”));
?>
B. Compile
Kode program pada umumnya akan mengalami proses kompilasi
setelah source code selesai dibuat. Tetapi karena PHP adalah interpreted
language, kita tidak perlu mengkompile kode ini.
C. Deploy
Untuk mendeploy, copy file welcome.php ke dalam folder percobaan
yang telah disiapkan pada bagian instalasi di atas.
D. Error message
Kode di atas akan mengalami error, karena kita terlalu banyak menulis
tanda ). Pesan error akan muncul di layar, menunjukkan lokasi error
pada kode, dan tipe errornya.
E. Output
Perbaiki kode welcome.php sehingga menjadi seperti berikut ini:
<?
echo(“Hallo user .. !”));
?>
kode akan dapat dijalankan dengan baik dan menghasilkan output
sebagai berikut :
6
7
III. Statement dan Comment
A. Statement
Statement adalah satuan perintah dalam PHP. Statement harus diakhiri
dengan tanda semicolon/titik-koma (;).
Contoh statement :
echo(“hello user … !”);
Contoh lainnya :
echo(“4 + 5 = ” . 4+5);
B. Expression
Expression adalah satu bagian kecil kode yang akan dihitung hasilnya
oleh php. Contoh expression :
4 + 5
Penggunaan expression :
echo(“4 + 5 = ” . 4+5);
C. Comment
Comment adalah bagian dari kode yang tidak dieksekusi/dijalankan.
Comment dibuat untuk memperjelas atau memberi keterangan pada
kode program.
Ada dua cara menulis comment : comment satu baris dan comment
banyak baris.
Comment satu baris dibuat dengan menggunakan tanda //. Semua
statement yang ada di kanan // tidak dijalankan oleh interpreter. Contoh
penggunaan:
echo(“4 + 5 = ” . 4+5); // menampilkan hasil 4 + 5
Comment banyak baris dibuat dengan menggunakan pasangan /* dan
*/. Semua tulisan yang dibuat di antara tanda tersebut tidak akan
dieksekusi oleh interpreter. Contoh penggunaan :
8
/*
kode ini akan menampilkan hasil dari
4 + 5
*/
echo(“4 + 5 = ” . 4+5);
9
IV. Variabel dan Tipe Data
Variabel digunakan sebagai tempat penyimpanan data sementara. Data yang
disimpan dalam variabel akan hilang setelah program selesai dieksekusi.
Untuk penyimpanan data yang permanen, kita dapat menyimpan data di
database atau di disk. Silahkan mengacu pada Akses Database untuk
mendalami penggunaan database, dan Akses File dan Folder untuk
penyimpanan data di filesystem.
Variabel di PHP diawali dengan tanda $.
Untuk dapat menggunakan variabel, ada dua langkah yang harus dilakukan,
deklarasi dan inisialisasi.
A. Deklarasi variabel
Deklarasi variabel bisa disebut juga memperkenalkan atau
mendaftarkan variabel ke dalam program.
Dalam php, deklarasi variabel seringkali digabung dengan inisialisasi.
Variabel dalam PHP dinyatakan dengan awalan $.
Contoh :
$namaPembeli
$jumlahBarang
$harga
Ada beberapa aturan yang diikuti berkenaan dengan penggunaan nama
variabel. Aturan pemberian nama variabel :
Dimulai dengan tanda $
Karakter pertama harus huruf atau garis bawah ( _ )
Karakter berikutnya boleh huruf, angka, atau garis bawah.
B. Inisialisasi variabel
Inisialisasi variabel adalah mengisi nilai untuk pertama kalinya ke dalam
variabel. Contoh inisialisasi :
10
$namaDepan = “Endy”;
$namaBelakang = “Muhardin”;
$jumlahBarang = 3;
$harga = 1000;
C. Tipe data
Dalam bahasa pemrograman yang lain, ada bermacam-macam tipe
data, misalnya integer(bilangan bulat), float(bilangan pecahan),
char(karakter angka dan huruf), string(kumpulan huruf atau kata), dan
berbagai tipe lainnya.
PHP mengenal dua tipe data sederhana; numerik dan literal. Ditambah
dengan dua tipe data yang tidak sederhana, yaitu array dan object.
Tipe Numerik dapat menyimpan bilangan bulat. PHP mampu
menyimpan data bilangan bulat dengan jangkauan dari -2 milyar sampai
+2 milyar. Contoh bilangan bulat: 3, 7, 20.
Selain itu, tipe numerik juga digunakan untuk menyimpan bilangan
pecahan
Tipe literal digunakan untuk menyimpan data berupa kumpulan huruf,
kata, dan angka.
Tipe boolean, yang dikenal dalam bahasa program yang lainnya, tidak
ada dalam PHP. Untuk menguji benar salah (true false), kita
menggunakan tipe data yang tersedia. FALSE dapat digantikan oleh
integer 0, double 0.0 atau string kosong, yaitu “”. Selain nilai itu, semua
dianggap TRUE.
Variabel dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data.
Misalnya data numerik yang dapat dioperasikan secara matematika.
Contoh :
$jumlahBarang = 3;
$harga = 1000;
$pembayaran = $jumlahBarang * $harga;
pada contoh di atas, variabel pembayaran akan menyimpan nilai 3000.
Sedangkan data non numerik (disebut juga data literal) tidak dapat
dioperasikan secara matematika. Contoh :
$nama = $namaDepan + $namaBelakang;
11
variabel nama akan menyimpan gabungan dari dua variabel, yaitu
“Endy Muhardin”.
Secara umum, data literal ditandai dengan pasangan “ dan “. Data
numerik tidak dikelilingi oleh “ dan “. Tetapi biasanya PHP akan secara
otomatis mengubah tipe data sesuai kebutuhan. Contoh :
$jalan = “Gubeng Kertajaya”;
$noRumah = 29;
$blok = 4c;
$jumlahPenghuni = 3;
$alamat = $jalan + $noRumah;
$hasil = $noRumah + $jumlahPenghuni;
$hasilAneh = $blok + $noRumah;
Pada sampel kode di atas, variabel alamat akan menyimpan nilai
Gubeng Kertajaya 29. PHP secara otomatis mengubah tipe data
variabel noRumah (numerik) menjadi literal. Variabel alamat akan bertipe
literal.
Variabel hasil akan menyimpan nilai 32, yaitu penjumlahan dari 29 dan
3.
Perhatikan, konversi otomatis ini kadang berjalan secara tidak
semestinya. Ini dapat dilihat dari variabel hasilAneh yang akan
menyimpan nilai 7. PHP mengambil nilai numerik dari variabel blok, yaitu
4, kemudian menambahkannya dengan isi variabel jumlahPenghuni. Hasil
akhirnya adalah 4 + 3, yaitu 7.
D. Passing Variable
Variabel dapat di-passing atau diteruskan ke halaman web berikutnya
yang diakses user. Ada beberapa teknik untuk meneruskan variabel,
diantaranya :
Melalui URL
Melalui Form
Melalui Cookie
URL
Variabel diteruskan melalui URL dengan format sbb
12
[alamat web]?var1=nilai1&var2=nilai2
Misalnya, untuk memberikan variabel $nama berisi “Endy” dan $alamat =
“Surabaya” ke welcome.php, kita akan menulis :
welcome.php?nama=Endy&alamat=Surabaya
Di kolom address pada explorer. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar
berikut.
Variabel ini dapat diakses di script welcome.php dengan cara sebagai
berikut :
<?
echo(“Variabel $user berisi : $user”);
echo(“Variabel $alamat berisi : $alamat”);
?>
Form
Cara lain untuk mengirim kedua variabel tersebut adalah dengan
menggunakan form dengan kode sebagai berikut :
<html>
<head>
<title>Passing Variable</title>
</head>
<body>
<form method=”POST” action=”welcome.php”>
<p>Nama : <input type=”text” name=”nama”></p>
<p>Alamat : <input type=”text” name=”alamat”></p>
<p><input type=”submit” value=”Submit” name=”B1″></p>
</form>
</body>
</html>
13
dan tampilan sebagai berikut :
form tersebut akan diproses oleh file welcome.php
Cookie
Penggunaan cookie akan dibahas pada bagian tentang session.
14
V. Operators
Operator digunakan untuk memanipulasi nilai suatu variabel. Variabel yang
nilainya dimodifikasi oleh operator disebut operand. Contoh penggunaan
operator misalnya 13 – 3. 13 dan 3 adalah operand. Tanda “-” disebut
operator.
Untuk kemudahan penjelasan, operator diklasifikasikan menjadi :
Arithmetic Operator
Assignment Operator
Comparison Operator
Logical Operator
Lain-lain
A. Arithmetic operator
Arithmetic Operator digunakan untuk melakukan perhitungan
matematika. Misalnya
$a = 5 + 3;
Operator “+” berfungsi untuk menambahkan kedua operand (5 dan 3).
Ada beberapa arithmetic operator, yaitu :
+ : penjumlahan
- : pengurangan
* : perkalian
/ : pembagian
% : nilai sisa pembagian
Contoh penggunaan :
Buatlah dua file berikut :
operator.htm
15
Komponen Nama Variabel
TextField kiri operand1
TextField kanan operand2
Operator op
Action hasilArithmetic.php
operator.php
<?
$perhitungan = $operand1.$operator.$operand2;
eval(“$hasil = $perhitungan;”);
echo(“Hasil Perhitungan : “);
echo(“<b>”);
echo($hasil);
echo(“</b>”);
?>
B. Relational operator
Relational operator digunakan untuk membandingkan nilai dari dua
operand. Hasil perbandingan dinyatakan dalam nilai boolean. TRUE
berarti benar, dan FALSE berarti salah.
Beberapa jenis relational operator :
== : memeriksa apakah operand kanan bernilai sama dengan
operand kiri
> : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar daripada
operand kanan
16
< : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil dengan
operand kanan
>= : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar atau
sama dengan operand kanan
<= : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil atau
sama dengan operand kanan
!= : memeriksa apakah operand kanan tidak bernilai sama
dengan operand kiri
Untuk mengetahui cara penggunaan relational operator, buatlah contoh
seperti petunjuk berikut.
Tambahkan operator.htm sehingga menjadi seperti gambar di bawah:
Komponen Nama Variabel
TextField kiri operand1
TextField kanan operand2
Operator Op
Action hasilRelational.php
Buat file operator.php seperti ini :
17
<?
$perhitungan = $operand1.$op.$operand2;
$hasil = eval($perhitungan);
echo(“Hasil Perhitungan : “);
echo(“<b>”);
echo($hasil);
echo(“</b>”);
?>
C. Logical operator
Logical Operator digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel
yang bertipe boolean. Hasil yang didapat dari penggunaan logical
operator adalah boolean.
Tabel logika berikut digunakan sebagai pedoman perhitungan
Operand kiri Operator Nama Operand kanan Hasil
TRUE && And TRUE TRUE
TRUE && And FALSE FALSE
FALSE && And TRUE FALSE
FALSE && And FALSE FALSE
TRUE || Or TRUE TRUE
TRUE || Or FALSE TRUE
FALSE || Or TRUE TRUE
FALSE || Or FALSE FALSE
TRUE Xor Exclusive Or TRUE FALSE
TRUE Xor Exclusive Or FALSE TRUE
FALSE Xor Exclusive Or TRUE TRUE
FALSE Xor Exclusive Or FALSE FALSE
! Not TRUE FALSE
! Not FALSE TRUE
Untuk melihat pemakaian logical operator, ikuti petunjuk di bawah ini.
File operator.php masih sama seperti di atas.
File operator.htm menjadi seperti di bawah ini :
18
D. Assignment Operator
Assignment operator digunakan untuk memberi/mengisi nilai ke dalam
variabel tertentu. Contoh sederhana :
$nama = “endy”;
Pada contoh di atas, operator “=” digunakan untuk mengisi nilai “endy”
ke dalam variabel nama.
Selain operator “=”, ada beberapa assignment operator yang lainnya,
seperti dapat dilihat pada penjelasan berikut :
Operator +=
Penjelasan :
Menambahkan nilai pada variabel
Contoh :
$a += 3;
sama dengan
$a = $a + 3;
Operator -=
Penjelasan :
Mengurangi nilai pada variabel
Contoh :
19
$a -= 3;
sama dengan
$a = $a – 3;
Operator *=
Penjelasan :
Mengalikan variabel dengan bilangan tertentu
Contoh :
$a *= 3;
sama dengan
$a = $a * 3;
Operator /=
Penjelasan :
Membagi variabel dengan bilangan tertentu
Contoh :
$a /= 3;
sama dengan
$a = $a / 3;
Operator %=
Penjelasan :
Mencari sisa hasil bagi variabel dengan bilangan tertentu
Contoh :
$a %= 3;
sama dengan
$a = $a % 3;
Operator &=
Penjelasan :
Melakukan operasi logical AND pada variabel
Contoh :
$a &= TRUE;
sama dengan
$a = $a & TRUE;
20
Operator |=
Penjelasan :
Melakukan operasi logical OR pada variabel
Contoh :
$a |= FALSE;
sama dengan
$a = $a | FALSE;
Operator ^=
Penjelasan :
Melakukan operasi bitwise xor pada variabel
Contoh :
$a ^= 3;
sama dengan
$a = $a ^ 3;
Operator .=
Penjelasan :
Menambahkan String pada variabel
Contoh :
$a .= “rudi”;
sama dengan
$a = $a . “rudi”;
Operator ++
Penjelasan :
Menambahkan nilai satu pada variabel
Contoh :
$a ++ ;
sama dengan
$a = $a + 1;
Operator –
Penjelasan :
Mengurangi nilai satu pada variabel
Contoh :
21
$a — ;
sama dengan
$a = $a – 1;
E. Operator lain-lain
Operator penggabung String
Pada PHP, string digabungkan dengan operator . (titik).
Contoh penggunaan :
$string1 = “Hello”;
$string2 = “World”;
echo($string1.” “.$string2);
akan menampilkan :
Hello World
Operator percabangan
Percabangan pada umumnya dilakukan dengan struktur if-else, seperti
pada contoh berikut:
if($user == “endy”){
echo(“Welcome Endy”);
}else{
echo(“Wrong username”);
}
Hal yang sama dapat dilakukan dengan cara :
echo($user == endy ? “Welcome Endy” : “Wrong username”);
Perhatikan tanda ? dan :
PHP memeriksa apakah pernyataan di sebelah kiri “?” benar atau salah.
Apabila benar, pernyataan di sebelah kiri tanda “:” dieksekusi. Bila salah,
pernyataan di sebelah kanan “:” dieksekusi.
Lebih jelas tentang percabangan dapat dipelajari dalam bagian Control
Flow.
Operator Error Suppression
PHP menampilkan pesan error apabila built-in function (function yang
disediakan PHP) mengalami error. Misalnya tidak bisa membuka file,
tidak bisa mengakses database, dan lainnya.
Pada saat pembuatan aplikasi, pesan error ini sangat membantu dalam
menyelesaikan dan memperbaiki kesalahan pemrograman. Tetapi, pada
saat aplikasi selesai dibuat dan digunakan secara umum, pesan error ini
akan mengganggu pengguna.
Untuk mematikan pesan error tersebut, kita menggunakan operator @.
22
Contoh penggunaan :
@chdir(“temp”);
Pada kondisi normal, function chdir akan menimbulkan pesan error
apabila direktori temp tidak ditemukan atau tidak dapat diakses. Dengan
menggunakan operator @, PHP akan “diam saja” apabila direktori temp
tidak ditemukan atau tidak dapat diakses.
23
VI. Control Flow
Control flow dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai aliran
kendali. Maksud sebenarnya dari control flow adalah bagaimana urutan
eksekusi perintah di dalam program.
Misalnya, dalam function :
function testFlow()
{
int a = 5;
echo(a);
}
Perintah pertama yang dijalankan adalah mengisi nilai 5 ke dalam
variabel a.
Perintah kedua yang dijalankan adalah menampilkan nilai yang
tersimpan dalam variabel a (dalam hal ini 5) ke browser.
Control flow di atas merupakan sebuah contoh sederhana. Beberapa
control flow yang tersedia dalam PHP :
Percabangan (branching)
Perulangan (looping)
Perpindahan (jumping)
A. Percabangan
Percabangan, atau sering disebut juga dengan istilah decision-making,
memungkinkan aplikasi untuk memeriksa isi suatu variabel atau hasil
perhitungan ekspresi dan mengambil tindakan yang sesuai. Ada dua jenis
percabangan, dipilih berdasarkan kriteria pemeriksaan dan jumlah pilihan
yang tersedia.
if – else
Konstruksi if-else dapat dijelaskan sebagai berikut :
24
if(condition)
{
// statement 1 goes here
}
else
{
// statemant 2 goes here
}
// statement 3 goes here
Aliran program :
1. Condition akan diperiksa
2. Bila bernilai true, statement 1 akan dijalankan
3. Bila bernilai false, statement 2 akan dijalankan
4. Statement 3 dijalankan
if – elseif – else
Untuk pilihan yang lebih dari dua, PHP menyediakan konstruksi if-elseifelse.
if(condition1)
{
// statement 1
}
elseif(condition2)
{
// statement 2
}
else
{
// statement 3
}
// statement 4
Aliran program :
Ada 3 kemungkinan aliran program :
Apabila condition 1 bernilai true :
1. Statement 1 dijalankan
2. Statement 4 dijalankan
Apabila condition 1 bernilai false, dan condition 2 bernilai true :
1. Statement 2 dijalankan
2. Statement 4 dijalankan
25
Apabila condition 1 dan condition 2 bernilai false :
1. Statement 3 dijalankan
2. Statement 4 dijalankan
Contoh penggunaan if-else dapat dilihat dengan mengikuti contoh di
bawah. Buatlah dua file, control_flow.htm dan ifDemo.php.
control_flow.htm mempunyai tampilan sebagai berikut :
ifDemo.php berisi listing kode sebagai berikut :
26
<?
// ifDemo.php
// digunakan bersama control_flow.htm
$kelabu = “#303030″;
$putih = “#FFFFFF”;
if($kelamin1 == “Pria”){
$latar1 = $kelabu;
}else{
$latar1 = $putih;
}
if($kelamin2 == “Pria”){
$latar2 = $kelabu;
}else{
$latar2 = $putih;
}
if($kelamin3 == “Pria”){
$latar3 = $kelabu;
}else{
$latar3 = $putih;
}
if($kelamin4 == “Pria”){
$latar4 = $kelabu;
}else{
$latar4 = $putih;
}
$output = “
<table border=1>
<tr>
<td background=$latar1>$nama1</td>
</tr>
<tr>
<td background=$latar2>$nama2</td>
</tr>
<tr>
<td background=$latar3>$nama3</td>
</tr>
<tr>
<td background=$latar4>$nama4</td>
</tr>
</table>
“;
echo($output);
?>
switch – case
konstruksi switch dapat dijelaskan sebagai berikut :
27
switch(a){
case 1;
// statement 1 goes here
break;
case 2;
// statement 2 goes here
break;
case 3;
// statement 3 goes here
break;
default;
// statement 4 goes here
break;
}
// statement 5 goes here
Aliran program :
1. Variabel a diperiksa
2. Statement dieksekusi
a) Apabila a == 1, statement 1 dijalankan
b) Apabila a == 2, statement 2 dijalankan
c) Apabila a == 3, statement 3 dijalankan
d) Apabila a tidak memenuhi 2a – 2c, statement 4 dijalankan
3. Statement 5 dijalankan
Keyword break memegang peranan penting di sini. Fungsinya adalah
mencegah fall-through, bandingkan dengan program berikut(break di
baris ke 5 dihilangkan)
switch(a){
case 1;
// statement 1 goes here
case 2;
// statement 2 goes here
break;
case 3;
// statement 3 goes here
break;
default;
// statement 4 goes here
break;
}
Aliran program :
1. variabel a diperiksa
2a. Apabila a == 1, statement 1 dijalankan, kemudian
menjalankan statement 2.
2b. Apabila a == 2, statement 2 dijalankan
28
2c. Apabila a == 3, statement 3 dijalankan
2d. Apabila a tidak memenuhi 2a – 2c, statement 4 dijalankan
3. Statement 5 dijalankan
Perbedaan ada pada langkah 2a. Bandingkan dengan listing pertama.
Untuk melihat contoh penggunaan switch – case, tambahkan tampilan
pada control_flow.htm menjadi seperti gambar di bawah.
Buat file switchDemo.php sebagai berikut :
<?
switch($bulan){
case 1 :
case 3 :
case 5 :
case 7 :
case 8 :
case 10 :
case 12 :
$hari = 31;
break;
case 4 :
case 6 :
case 8 :
case 11 :
$hari = 30;
break;
case 2 :
if(($tahun%4) == 0){
$hari = 29;
}else{
$hari = 28;
}
}
echo(“<h2>Jumlah hari pada bulan $bulan tahun $tahun =
$hari hari</h2>”);
?>
B. Perulangan
for
Looping dengan for disebut juga determinate loop, artinya looping yang
jumlah pengulangannya (iterasi) telah ditentukan di awal looping.
29
Ada beberapa bagian penting dari for loop:
Initialization expression
Stop condition
Iterative expression
Loop body
Initialization Expression dijalankan satu kali, pada saat looping dimulai.
Biasanya bagian ini digunakan untuk menginisialisasi
counter(penghitung).
Stop condition diperiksa nilainya sebelum setiap iterasi dieksekusi.
Apabila condition bernilai false, iterasi dihentikan.
Iterative expression dilakukan setelah iterasi dieksekusi. Bagian ini
biasanya digunakan untuk menambah nilai counter.
Loop body dieksekusi sekali setiap iterasi, merupakan perintah yang ingin
kita lakukan berulang-ulang.
Contoh kode di atas akan menampilkan tulisan Hello World di browser
sebanyak 10 kali.
Untuk melihat contoh penggunaan for, tambahkan tampilan pada
control_flow.htm menjadi seperti gambar di bawah.
Pasang baris kode berikut pada forDemo.php
<?
$jumlah = 0;
for($i=0; $i<strlen($kata); $i++){
if(substr($kata, $i, 1) == $huruf){
$jumlah ++;
}
}
?>
while
while loop juga dikenal dengan istilah indeterminate loop, artinya jumlah
loopingnya tidak ditentukan pada awal looping. while loop lebih
sederhana daripada for loop, karena cuma memiliki dua bagian:
30
Stop Condition
Loop body
Stop condition diperiksa sebelum tiap iterasi dilaksanakan. Selama stop
condition bernilai true, perintah dalam loop body akan dilakukan
berulang-ulang. Iterasi akan dihentikan apabila stop condition bernilai
false.
Sama seperti pada for loop, loop body dilaksanakan satu kali setiap
iterasi.
Loop di atas akan berjalan terus tanpa henti, karena tidak ada perintah
yang mengubah nilai stop condition.
do-while loop merupakan modifikasi dari while loop. Bentuknya dapat
dilihat pada sampel kode berikut:
do{
// some statement
}
while (a == true)
untuk melihat contoh penggunaan while, gunakan form yang sama
dengan forDemo.
Tambahkan baris kode berikut pada whileDemo.php
<?
$jumlah = 0;
$i = 0;
while($i<strlen($kata)){
if(substr($kata, $i, 1) == $huruf){
$jumlah ++;
$i++;
}
}
?>
C. Perpindahan
break
Break digunakan dalam looping untuk menghentikan suatu loop. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan kode berikut :
31
<?
// melakukan break pada $i == 2
for($i = 0; $1<5; $i++){
if($i == 2){
break;
}
echo(“Nilai i : $i <br>”);
}
echo(“Loop Selesai”);
?>
kode tersebut akan melakukan break pada saat i bernilai 2, sehingga
akan menghasilkan output sebagai berikut :
Nilai i : 0
Nilai i : 1
Loop Selesai
continue
continue berfungsi untuk melewati satu iterasi/putaran dalam rangkaian
loop. Untuk lebih jelasnya, kode di atas akan kita modifikasi.
<?
// melakukan continue pada $i == 2
for($i = 0; $1<5; $i++){
if($i == 2){
continue;
}
echo(“Nilai i : $i <br>”);
}
echo(“Loop Selesai”);
?>
kode tersebut akan melakukan break pada saat i bernilai 2, sehingga
akan menghasilkan output sebagai berikut :
Nilai i : 0
Nilai i : 1
Nilai i : 3
Nilai i : 4
Loop Selesai
return
perintah return berfungsi untuk memerintahkan kode untuk keluar dari
fungsi. Fungsi akan kita pelajari dengan lebih mendalam pada bagian
selanjutnya. Untuk sementara, fungsi cuma akan digunakan untuk
menjelaskan return. Perhatikan kode di bawah :
32
<?
function testReturn(){
for($i = 0; $1<5; $i++){
// melakukan return pada $i == 2
if($i == 2){
return;
}
echo(“Nilai i : $i <br>”);
}
echo(“Loop Selesai”);
}
// jalankan function
testReturn();
echo(“Function selesai”);
?>
outputnya adalah :
Nilai i : 0
Nilai i : 0
Function Selesai
Perhatikan bahwa Loop Selesai tidak dijalankan. Ini menunjukkan
bahwa setelah return dieksekusi, program langsung keluar dari function
dan mengeksekusi perintah setelah function, yaitu
echo(“Function Selesai”);
exit
exit digunakan untuk menghentikan keseluruhan script php. Untuk lebih
jelasnya, kita akan modifikasi kode di atas menjadi seperti berikut :
<?
function testExit(){
for($i = 0; $1<5; $i++){
// melakukan return pada $i == 2
if($i == 2){
exit;
}
echo(“Nilai i : $i <br>”);
}
echo(“Loop Selesai”);
}
// jalankan function
testExit();
echo(“Function selesai”);
?>
outputnya adalah :
Nilai i : 0
Nilai i : 0
Function Selesai
33
Perhatikan bahwa baris
echo(“Function selesai”);
Tidak dijalankan.
Untuk melihat contoh penggunaan break, continue, return, dan exit;
tambahkan tampilan pada control_flow.htm menjadi seperti gambar di
bawah.
Tambahkan baris kode berikut pada perpindahan.php
<?
/*
variabel yang dibutuhkan
$mark -> tempat dilakukan perpindahan
$perintah -> perintah pindah : continue, break, return, exit
*/
function execute($tanda, $perintah){
for($i=0; $i<11; $i++){
if($i == $tanda){
if($perintah == “continue”){
continue;
}elseif($perintah == “break”){
break;
}
elseif($perintah == “return”){
return;
}elseif($perintah == “exit”){
exit;
}
}
echo($i.”<br>”);
}
echo(“Looping Selesai<br>”);
}
execute($tanda, $perintah);
echo(“Function execute selesai<br>”);
?>
34
VII. Array
A. Konsep array
Array adalah kumpulan beberapa data yang disimpan dalam satu
variabel. Jadi, berbeda dengan variabel sebelumnya yang hanya
menyimpan satu nilai saja, array dapat menampung lebih dari satu nilai.
Sebagai contoh, kita akan menyimpan data teman-teman kita dalam
satu variabel $teman. Ada tiga orang teman yang akan kita masukkan ke
dalam variabel tersebut. Secara visual, dapat digambarkan sebagai
berikut :
Charlie Ani Budi
$teman
Tiap nilai dalam array (disebut elemen) diakses dengan menggunakan
index. PHP mengenal dua macam index, yaitu index numerik dan index
asosiatif. Index numerik menggunakan angka untuk menandai tiap
elemen, sedangkan index asosiatif memberi nama untuk masing-masing
elemen. Penggunaan index akan dibahas lebih detail di bawah.
B. Inisialisasi array
Inisialisasi (mengisi nilai) array $teman di atas dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
$teman = array(“Charlie”, “Ani”, “Budi”);
Kode di atas akan menjadikan $teman array berindex numerik. Selain
dengan cara di atas, kita juga dapat membuat array yang sama dengan
cara :
$teman[] = “Charlie”;
$teman[] = “Ani”;
$teman[] = “Charlie”;
hasilnya adalah array berindeks numerik yang dapat digambarkan
sebagai berikut :
Charlie Ani Budi
0 1 2
$teman
35
untuk membuat array berindex asosiatif, kita membutuhkan label atau
nama untuk masing-masing elemen. Contoh di atas akan dikembangkan
agar dapat menyimpan nomer telepon masing-masing teman. Gambaran
visualnya adalah sebagai berikut :
Charlie Ani Budi
123 528 456
$rekan
pada gambar di atas, nama masing-masing teman akan dijadikan label
untuk nilai nomer telepon yang disimpan. Kode programnya adalah
sebagai berikut :
$rekan = array (“Charlie”=>123, “Ani”=>528, “Budi”=>456);
atau
$rekan = array(“Charlie”=>123);
$rekan [“Ani”] = 528;
$rekan [“Budi”] = 456;
C. Navigasi array
Navigasi (mengakses nilai) array dapat dilakukan dengan looping.
Misalnya untuk menampilkan isi array berindex numerik di atas, kita akan
menggunakan kode seperti berikut :
for($i=0; $i<length($teman);$i++){
echo(“Array $teman index ke [$i] adalah $teman[$i]”);
echo(“<br>”);
}
Untuk mengakses array berindex asosiatif, kita tidak dapat
menggunakan loop seperti di atas, karena label/index elemen disimpan
dalam bentuk string.
Loop untuk mengakses array berindex asosiatif dapat dilihat pada
sampel kode di bawah :
while(list($index, $nilai) = each($rekan)){
echo(“Array $rekan index $index berisi nilai $nilai”);
echo(“<br>”);
}
ada dua fungsi yang terlibat di atas, each dan list. Fungsi each
berguna untuk mengakses masing-masing elemen dalam array. Elemen
yang dihasilkan adalah pasangan key dan value, dimana key adalah
36
indexnya dan value adalah isinya. Pasangan tersebut akan dipisahkan
oleh fungsi list dan dimasukkan ke dalam variabel $index dan $nilai.
D. Fungsi-fungsi array
sort
Elemen-elemen dalam array dapat diurutkan dengan menggunakan
fungsi sort(). Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut :
sort($teman);
for($i=0; $i<length($teman);$i++){
echo(“Array $teman index ke [$i] adalah $teman[$i]”);
echo(“<br>”);
}
akan menghasilkan output :
Array teman index ke 0 adalah Ani
Array teman index ke 1 adalah Budi
Array teman index ke 2 adalah Charlie
asort dan ksort
Asort digunakan untuk mengurutkan asosiatif array menurut isinya.
Contoh penggunaan :
asort($rekan);
while(list($index, $nilai) = each($rekan)){
echo(“Array $rekan index $index berisi nilai $nilai”);
echo(“<br>”);
}
akan menghasilkan output :
Array $rekan index Charlie berisi nilai 123
Array $rekan index Budi berisi nilai 456
Array $rekan index Ani berisi nilai 528
ksort digunakan untuk mengurutkan asosiatif array menurut indexnya.
Contoh penggunaan :
ksort($rekan);
while(list($index, $nilai) = each($rekan)){
echo(“Array $rekan index $index berisi nilai $nilai”);
echo(“<br>”);
}
akan menghasilkan output :
Array $rekan index Ani berisi nilai 528
Array $rekan index Budi berisi nilai 456
Array $rekan index Charlie berisi nilai 123
37
VIII. Function
A. Konsep function
Function adalah kumpulan beberapa statement yang dibuat dengan
tujuan menyelesaikan satu tugas tertentu.
B. Return value dan parameter
Perhatikan kode berikut :
function add($a, $b){
return $a + $b;
}
Function sederhana di atas akan menerima masukan berupa dua angka.
Kemudian kedua angka tersebut akan dijumlahkan, dan hasilnya
dikembalikan kepada pemanggil function.
Nilai yang dikembalikan tersebut disebut return value. Sedangkan
nilai yang dimasukkan ke dalam function ($a dan $b) disebut
parameter.
C. Deklarasi function
Ada beberapa hal utama yang perlu diperhatikan dalam deklarasi
function pada PHP.
nama function
parameter
function body
Contoh function:
1 function addNumber($x, $y)
2 {
3 z = x + y;
4 echo(z);
5 }
6
7 function jumlahkanlah(int x, int y)
8 {
9 z = x + y;
10 return z;
11 }
Perhatikan contoh function addNumber di atas.
38
Baris satu merupakan deklarasi function. deklarasi berisi :
- keyword function
- nama function
- parameter
Parameter adalah nilai yang dimasukkan ke dalam function untuk
diproses sehingga menghasilkan output.
Nama function ditentukan dengan memenuhi aturan sebagai berikut :
Tidak boleh sama dengan function yang telah ada dalam PHP.
Hanya boleh terdiri dari huruf, angka, dan garis bawah (underscore)
Tidak boleh diawali dengan angka
function 4uOnly(){} // tidak boleh
bahasa pemrograman lain mendukung fasilitas overloading, yaitu sebuah
function dapat memiliki nama yang sama dan hasil yang berbeda,
dengan syarat parameternya berbeda. PHP tidak mendukung overloading.
Jadi, kita tidak dapat menggunakan nama yang telah digunakan
sebelumnya.
D. Implementasi function
Contoh function:
1 function addNumber($x, $y)
2 {
3 z = x + y;
4 echo(z);
5 }
6
7 function jumlahkanlah(int x, int y)
8 {
9 z = x + y;
10 return z;
11 }
Perhatikan contoh function addNumber di atas.
Perhatikan baris 2 sampai 4.
Function body dibatasi oleh sepasang { dan }
Function body berisi instruksi yang harus dilakukan komputer untuk
menghasilkan output yang diinginkan.
Baris 3 menyuruh komputer untuk membuat satu variabel bernama z
yang isinya adalah hasil penjumlahan x dan y.
x dan y didapat dari input yang diberikan user.
39
Baris 4 menyuruh komputer untuk menampilkan hasil perhitungan ke
layar.
Bedakan dengan baris 4 pada function jumlahkanlah yang
memerintahkan komputer untuk menampilkan hasil perhitungan di
layar
Contoh penggunaan function
hasil = jumlahkanlah(4,5);
addNumber(4,5);
40
IX. Variable Lifetime
A. Scope
Scope, lifetime, visibility adalah berbagai istilah yang sama,
menyatakan di mana variabel dapat digunakan dalam program. PHP
mengenal dua macam scope, yaitu local dan global. Variabel local hanya
dapat digunakan dalam blok tempatnya dideklarasi. Variabel global dapat
digunakan di mana saja dalam program setelah dideklarasi dan
diinisialisasi.
Local
Untuk lebih memahami scope local, perhatikan script di bawah :
<?
function testVar(){
$a = 3;
}
echo($a); // error – variabel $a tidak dikenali
?>
Variabel $a hanya berlaku di dalam function testVar, sehingga tidak
dapat diakses di luar function.
Global
Variabel global dideklarasi di luar function dan dapat digunakan di mana
saja dalam program. Variabel global tidak berlaku di dalam function
kecuali dipanggil dengan keyword global. Contoh penggunaan :
<?
$a = 4;
function testVar2(){
echo($a); // — tidak menghasilkan apa-apa
global $a;
echo($a); // — menampilkan 4
}
?>
B. Passing variabel
By Value
Variabel dipassing (dimasukkan) ke dalam function dengan cara pass
by value. Pass by value membuat kopi dari variabel yang asli. Dengan
demikian variabel asli tidak terpengaruh. Untuk lebih jelasnya, perhatikan
contoh berikut :
41
function tambahSatu($angka){
$angka++;
}
Function tersebut akan digunakan sebagai berikut :
<?
$a = 7;
tambahSatu($a);
echo(“Nilai a = ” . $a);
?>
kode di atas akan menghasilkan output
Nilai a = 7
karena variabel angka yang ada dalam function berakhir umurnya pada
saat function selesai dijalankan. Dan variabel a yang asli tetap bernilai 7.
Untuk menghasilkan efek yang diinginkan, kita dapat menggunakan pass
by reference.
By Reference
Pada pass by reference, kita memasukkan variabel yang asli ke dalam
function. Teknik ini dilakukan dengan cara sebagai berikut :
function tambahSatu(&$angka){
$angka++;
}
Function tersebut akan digunakan sama seperti contoh di atas :
<?
$a = 7;
tambahSatu($a);
echo(“Nilai a = ” . $a);
?>
kode di atas akan menghasilkan output
Nilai a = 8
42
X. Class dan Objects
Aplikasi perangkat lunak dibuat untuk menyelesaikan masalah dalam
kehidupan nyata. Dalam proses perancangannya, ada beberapa
pendekatan y ang dipakai.
Sekuensial Programming
Structured Programming
Object Oriented Programming
A. Konsep class dan object
Untuk dapat memahami class dan object, kita akan memvisualisasikan
aplikasi address book.
Dalam sebuah address book, komponen utama yang terlibat adalah
kontak
Komponen kontak disebut class.
Class adalah definisi (cara menggambarkan) suatu benda.
Object adalah benda nyata yang ada dalam session pelatihan,
diantaranya:
Kontak : Charlie, Budi, Ani
Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam istilah teknis sebagai berikut:
Object merupakan instance dari class.
Class didefinisikan dengan kode sebagai berikut :
<?
class Contact{
}
?>
object dari class Contact dibuat dengan kode sebagai berikut :
$ani = new Contact();
$budi = new Contact();
$charlie = new Contact();
B. Method dan properties
Lebih mendetail tentang class Contact. Semua contact, baik Ani, Budi,
maupun Charlie, mempunyai karakteristik yang sama. Mereka semua
memiliki nama lengkap, nomer telepon, dan alamat. Karakteristik ini
43
dikenal dengan istilah properties. Properties diterjemahkan ke dalam
kode menjadi :
<?
class Contact{
var $namaLengkap;
var $telp;
var $alamat;
}
?>
Tiap object memiliki nilai yang berbeda-beda untuk masing-masing
properties. Hal ini juga sering dikatakan : object memiliki state yang
berbeda satu dengan lainnya. Sampel kode yang menggambarkan
kondisi tersebut adalah :
$ani = new Contact();
$ani->namaLengkap = “Ani Malia”;
$ani->telp = 528;
$ani->alamat = “Ragunan”;
$budi = new Contact();
$budi->namaLengkap = “Budi Man”;
$budi->telp = 456;
$budi->alamat = “Bandung”;
$charlie = new Contact();
$charlie->namaLengkap = “Charlie Charmless”;
$charlie ->telp = 123;
$charlie ->alamat = “USA”;
selain menyimpan karakteristik, class juga dapat melakukan aktivitas. Ini
disebut dengan method. Misalnya, class Contact dapat melakukan
aktivitas memanggil contact lain. Konsep ini diterjemahkan menjadi kode
sebagai berikut :
<?
class Contact{
var $namaLengkap;
var $telp;
var $alamat;
function panggil($contact){
echo(“Memanggil kontak ”+$contact->namaLengkap);
}
}
?>
kode tersebut dieksekusi sebagai berikut :
44
$ani = new Contact();
$ani->namaLengkap = “Ani Malia”;
$budi = new Contact();
$budi->panggil($ani);
dan menghasilkan output sebagai berikut :
Memanggil Ani Malia
45
XI. File Handling
Pada bagian ini, kita akan mempelajari bagaimana script php berinteraksi
dengan file. Sebagai contoh, kita akan meneruskan aplikasi contact manager
dengan memungkinkan pengguna untuk mengupload file foto beserta
komentarnya. Setelah foto berhasil diupload, kita akan memberikan halaman
untuk mengakses foto dan komentar tersebut.
Sebelumnya, form HTML yang dibutuhkan harus disiapkan dengan bentuk
sebagai berikut :
form tersebut harus dapat menghandle file upload. Listing kode upload.htm
adalah sebagai berikut :
46
<html>
<head>
<title>Pic Uploader</title>
</head>
<body>
<h1>Pic Uploader</h1>
<form enctype=”multipart/form-data” method=”POST”
action=”upload.php”>
<p>Nama anda&nbsp; : <input type=”text”
name=”nama”>&nbsp;&nbsp; </p>
<p>Masukkan foto anda&nbsp; : <input type=”file”
name=”pic”>&nbsp;&nbsp; </p>
Komentar : <br><TEXTAREA ROWS=5 COLS=40
name=”comment”></TEXTAREA>
<p><input type=”submit” value=”Submit” name=”B1″></p>
</form>
</body>
</html>
A. Menulis file
Sekarang kita akan mengerjakan file upload.php yang berguna untuk
menangani file upload dari form tersebut.
Sebagai contoh, kita akan mengisi form tersebut sebagai berikut :
47
Form tersebut, setelah diisi dan disubmit, akan diterima oleh server dan
menghasilkan beberapa variabel berikut :
Nama
Variabel
Keterangan Isi
$nama Berisi tulisan yang diisikan user di
textfield nama anda
Endy Muhardin
$comment Berisi tulisan yang diisikan user di
textarea komentar
Ini foto saya waktu kecil
$pic Berisi file gambar yang diupload,
disimpan sementara di server

$pic_name Berisi nama file yang diupload Coffee Bean.bmp
$pic_size Berisi ukuran file yang diupload 16.6 kB
Informasi di atas dapat kita tampilkan dalam script upload.php dengan
kode sebagai berikut :
echo(“Nama File User = $pic_name <br>”);
echo(“Nama File User di server= $pic <br>”);
echo(“Ukuran File User = $pic_size <br>”);
echo(“Jenis File User = $pic_type <br>”);
File yang akan kita tulis ke harddisk berada dalam variabel $pic. File ini
akan kita copy untuk disimpan secara permanen dalam disk. Untuk itu,
kita akan menambah kode berikut pada upload.php :
$fileServer = “upload/$nama/$pic_name”;
copy($pic, $fileServer);
Selain file gambar yang diupload, kita juga akan menuliskan komentar
yang ada di textarea ke dalam file, dengan nama yang sama dengan
nama gambar, diakhiri dengan extension txt untuk menandai bahwa file
tersebut mempunyai format text.
Untuk menulis ke dalam file, lakukan langkah-langkah berikut :
Buka/buat file
Untuk dapat mengakses dan mengubah isi file, kita membutuhkan
sebuah file descriptor. File descriptor adalah suatu variabel yang
digunakan untuk mewakili file tertentu.
File descriptor didapat dengan menggunakan fungsi php : fopen, untuk
membuka file.
File yang akan kita buat akan diberi nama sesuai dengan nama gambar.
Tambahkan kode berikut pada upload.php
48
$fileComment = “/upload/$nama/$pic_name-comment.txt”;
$fp = fopen($fileComment, “w”);
seperti kita lihat pada contoh di atas, kita menggunakan fungsi fopen.
Fungsi ini membutuhkan dua masukan (parameter), yaitu : nama file,
dan jenis akses.
Nama File : bertipe string, merupakan nama file yang akan dibuka.
Harus berada dalam folder yang sama dengan tempat script php
yang memanggilnya.
Jenis Akses : bertipe string, menentukan perlakuan yang
diperbolehkan terhadap file yang dibuka. Ada beberapa jenis akses:
Read : disimbolkan dengan huruf r. File yang dibuka hanya dapat
dibaca dan tidak boleh ditulisi. File yang dibuka dengan akses r akan
menimbulkan pesan error kalau ada usaha untuk menulis ke
dalamnya.
Write : disimbolkan dengan huruf w. File yang dibuka hanya dapat
ditulis dan tidak bisa dibaca. Penulisan terhadap file akan
menghapus isi yang sebelumnya.
Read dan write : disimbolkan dengan r+. File yang dibuka dapat
dibaca dan juga ditulisi. Penulisan terhadap file akan ditambahkan
pada bagian awal file.
Write dan read : disimbolkan dengan w+. Apabila file sudah ada,
isinya akan dihapus.
Menambahkan (append) : disimbolkan dengan a. Membuka
(membuat bila belum ada) dan menulis di awal file.
Menambahkan (append) dan membaca: disimbolkan dengan a+.
Membuka (membuat bila belum ada) dan menulis di awal file.
Mode binary. Disimbolkan dengan b. Digunakan pada filesystem
windows yang membedakan file text dan binary.
Masukkan data
Setelah file berhasil dibuka/dibuat, masukkan data ke dalamnya.
Perintahnya adalah sebagai berikut :
fwrite($fp, $comment);
49
Tutup file
Setelah itu, tutup file.
fclose($fp);
B. Menghapus file
File yang dupload pada pembahasan di atas telah tersimpan secara
permanen di harddisk server di folder upload/endymuhardin/Coffee
Bean.bmp. dengan demikian, kita dapat menghapus file yang disimpan
sementara oleh server. File tersebut kita hapus dengan menggunakan
perintah unlink() atau delete(). Tambahkan baris berikut pada
upload.php.
unlink($pic);
C. Membuat direktori
Pembaca yang teliti akan menyadari bahwa nama folder pada contoh di
atas disesuaikan dengan nama user yang mengupload foto. Karena kita
sebagai programmer tidak dapat meramalkan nama user yang akan
mengupload foto, kita tidak dapat menyediakan folder yang sesuai
dengan kebutuhan tersebut. Dengan demikian, kita harus membuat
folder secara dynamic. Membuat direktori atau folder baru bukan hal
yang sulit, tambahkan baris berikut pada upload.php :
$oldmask = umask(0);
mkdir(“upload/$nama”, 0777);
umask($oldmask);
direktori akan dibuat dengan nama folder sesuai dengan nama user
yang dimasukkan pada form dengan permission 777. Arti dari permission
777 dan umask tidak dibahas dalam tutorial ini.
D. Navigasi direktori
Selanjutnya, kita akan menampilkan foto yang telah diupload oleh user.
Untuk itu, kita harus membuka folder yang berisi file, melihat daftar file
yang ada, dan menampilkan foto serta isi comment.
Untuk menampilkan foto, kita cukup memberikan link nya saja dalam
tag <img> </img>. Sedangkan untuk menampilkan isi file text, kita
harus membuka dan membaca file txt tersebut.
50
Untuk menampilkan isi direktori, kita terlebih dulu harus membuka
direktori. Tambahkan kode berikut pada upload.php :
$myDir = “upload/$nama”;
$dir = opendir($myDir);
Direktori yang telah terbuka akan disimpan dalam variabel $dir.
Selanjutnya, kita akan melakukan looping untuk membaca setiap entry
yang ada dalam folder. Tambahkan kode berikut :
echo(“Isi folder upload/$nama : <br>”);
while($tmp = readdir($dir)){
echo($tmp.”<br>”);
}
Setelah selesai, tutup folder dengan kode berikut:
closedir($dir);
E. Menghapus direktori
Untuk menghapus direktori, gunakan kode berikut :
rmdir($namaDirektori);
direktori yang akan dihapus harus kosong.
F. Membaca file
Untuk menampilkan isi comment yang telah kita tulis ke dalam file, kita
akan menempuh langkah-langkah yang sama dengan menulis file, yaitu:
Buka file – baca isinya – tutup file.
Ada sedikit modifikasi, kita akan memproses isi comment agar tidak
mengandung tag-tag html. Tambahkan kode berikut pada upload.php :
$f = fopen($fileComment, “r”);
$isi = fread($f, filesize($fileComment));
fclose($f);
$output = nl2br(htmlspecialchars($isi));
echo(“Komentar anda : <br>”);
echo($output);
demikianlah isi file ditampilkan.
51
File lengkap upload.php adalah sebagai berikut :
<?
// — Upload File — //
// info tentang file user :
echo(“Nama File User = $pic_name <br>”);
echo(“Nama File User di server= $pic <br>”);
echo(“Ukuran File User = $pic_size <br>”);
echo(“Jenis File User = $pic_type <br>”);
// menulis file pic ke harddisk server
$oldmask = umask(0);
mkdir(“upload/$nama”, 0777);
umask($oldmask);
$fileGambar = “upload/$nama/$pic_name”;
copy($pic, $fileGambar);
// menulis file comment ke file
$fileComment = “upload/$nama/$pic_name-comment.txt”;
$fp = fopen($fileComment, “w”);
fwrite($fp, $comment);
fclose($fp);
// — Menampilkan isi folder — //
$myDir = “upload/$nama”;
$dir = opendir($myDir);
echo(“<hr>Isi folder upload/$nama : <br>”);
while($tmp = readdir($dir)){
echo($tmp.”<br>”);
}
closedir($dir);
// — menampilkan pic yang telah diupload — //
echo(“<hr>Pic $nama : <br>”);
echo(“<img src=”$fileGambar” border=0 width=100
height=100>”);
// — menampilkan isi file text –//
echo(“<hr>Komentar : <br>”);
$f = fopen($fileComment, “r”);
$isi = fread($f, filesize($fileComment));
fclose($f);
$output = htmlspecialchars($isi);
echo($output);
?>
52
XII. Database Access
Menyimpan data dalam file biasa memiliki banyak keterbatasan. Semakin
besar ukuran file, pencarian data menjadi lebih sulit. File biasa juga tidak
memiliki kemampuan untuk mengolah data, misalnya menghitung total nilai,
rata-rata, dan lain sebagainya.
Dan yang lebih penting, adanya keterbatasan untuk mengendalikan akses
terhadap data. Kita tidak dapat menentukan siapa yang boleh dan siapa yang
tidak boleh mengakses data. Siapa yang boleh membaca dan tidak boleh
menulis, dan sebagainya.
Karena itu, sekarang kita akan menggunakan media penyimpanan data yang
lebih mutakhir, yaitu database. Operasi data dalam database umumnya
mengikuti pola yang sama, yaitu melalui rangkaian langkah sebagai berikut :
Membuka sambungan dengan database server
Memilih dan membuka database yang diinginkan
Mengirim perintah untuk mengambil/mengubah/menghapus data.
Mengakses hasil pengambilan data
Mengakhiri sambungan
Kita akan membahas masing-masing langkah tersebut satu per satu.
Sebagai contoh, kita akan mengaktifkan fasilitas login pada aplikasi Contact
Manager. User akan diminta untuk memasukkan username dan password.
Bila data yang dimasukkan sama dengan yang ada dalam database, user
akan diteruskan ke halaman welcome. Kalau salah, akan muncul pesan error.
Sebagai tambahan, kita akan membuat halaman yang memungkinkan user
untuk mengganti password.
User yang belum terdaftar dapat melakukan registrasi di halaman yang akan
disediakan. Berikut screenshot halaman web yang dibutuhkan :
53
login.htm :
register.htm
54
A. Sekilas SQL Query
SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang khusus
digunakan untuk mengoperasikan database. Untuk memudahkan
pelajaran, SQL query akan dikelompokkan menjadi tiga:
Query untuk mengelola database
Query untuk mengakses data dalam satu tabel
Query yang melibatkan lebih dari satu tabel
Query pengelolaan database
Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah query yang bertujuan
untuk :
Membuat database
Menghapus database
Membuat tabel
Memodifikasi tabel
Menghapus tabel
Menambah user
Mengatur permission
Menghapus user
Membuat database dilakukan dengan perintah sebagai berikut :
CREATE DATABASE <nama database>
Contohnya : untuk aplikasi Content Management, kita akan membuat
database ContentManager dengan query sebagai berikut :
CREATE DATABASE ContactManager
Menghapus database dilakukan dengan perintah :
DROP DATABASE <nama database>
Contoh :
DROP DATABASE ContactManager
Membuat tabel dilakukan dengan memberikan perintah sebagai berikut:
CREATE TABLE <nama tabel> (
<nama kolom> <tipe data>,
<nama kolom> <tipe data>,
… ,
<nama kolom> <tipe data>
);
contohnya:
55
CREATE TABLE userTable(
UserId INT (3),
UserName VARCHAR (50),
Password VARCHAR (50),
NamaLengkap VARCHAR (50)
);
Menghapus tabel dilakukan dengan menggunakan query
DROP TABLE <nama tabel>;
Contoh :
DROP TABLE userTable;
Query satu tabel
Query satu tabel digunakan untuk mengelola data dalam satu tabel.
Beberapa hal yang dapat dilakukan pada satu tabel adalah :
Tujuan Query
Memasukkan data INSERT
Memodifikasi data UPDATE
Mengambil data SELECT
Menghapus data DELETE
Menghitung banyaknya data COUNT
Menghitung penjumlahan data SUM
Menghitung nilai minimal MIN
Menghitung nilai maksimal MAX
Menghitung nilai rata-rata AVG
Untuk memasukkan data ke dalam database, kita menggunakan perintah
INSERT. Aturan penulisannya adalah :
INSERT INTO <nama tabel> (<nama kolom 1>, < nama kolom
1>, ..)
VALUES (<isi kolom 1>, <isi kolom 2>, ..);
Contoh :
INSERT INTO userTable VALUES (
1,
‘endy’,
‘inipaswod’,
‘Endy Muhardin’
);
Untuk mengubah data dalam database, digunakan perintah UPDATE,
dengan aturan penulisan sebagai berikut :
UPDATE <nama tabel>
SET <nama kolom>=<isi kolom>
WHERE <kriteria>
Contoh :
56
UPDATE userTable
SET password=’test’
WHERE UserName=’endy’
Untuk menampilkan data dalam tabel, gunakan perintah SELECT. Aturan
penulisannya adalah sebagai berikut:
SELECT <nama kolom>
FROM <nama tabel>
WHERE <kriteria>
Contoh :
SELECT *
FROM UserTable
WHERE UserId=1
Untuk menghapus data dari dalam tabel, gunakan perintah DELETE.
Aturan penulisannya adalah :
DELETE FROM <nama tabel> WHERE <kriteria>
Contoh :
DELETE FROM UserTable
WHERE NamaLengkap=’Endy Muhardin’
Query banyak tabel
Query banyak tabel digunakan untuk menghubungkan data di lebih dari
satu database. Pembahasan tentang join berada di luar materi PHP
Programming dan ada di pembahasan tentang relational database.
B. Membuat koneksi ke database
Sebelum mulai, kita terlebih dahulu akan membuat database. Kita
membutuhkan tabel user untuk menyimpan data sebagai berikut :
Nama Field Tipe Data
UserId int(3)
UserName varchar(50)
Password varchar(50)
NamaLengkap varchar(50)
Tabel dibuat dengan memberikan query sebagai berikut:
CREATE TABLE userTable(
UserId INT (3) AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
UserName VARCHAR (50),
Password VARCHAR (50),
NamaLengkap VARCHAR (50)
);
tabel siap digunakan.
Kita akan mulai dengan halaman daftar, karena kita belum punya user.
File register.php akan menangani pendaftaran user baru. Tugasnya
adalah memasukkan data yang diisi dalam form ke dalam database.
57
Selanjutnya, kita akan melakukan langkah-langkah seperti yang
disebutkan di atas.
Membuka sambungan dengan database server
Untuk membuka sambungan, kita membutuhkan alamat server serta
username dan password untuk database.
Setelah itu, kita membuka sambungan dengan perintah sebagai berikut :
$dbServer = “localhost”;
$dbUser = “endy”;
$dbPass = “test”;
$dbConn = mysql_pconnect($dbServer, $dbUser, $dbPass);
sambungan dengan database disimpan dalam variabel $dbConn untuk
digunakan pada langkah-langkah selanjutnya.
Memilih dan membuka database yang diinginkan
Selanjutnya, kita akan menggunakan database tutorial, yang sebelumnya
telah dibuat dengan menggunakan PHPMyAdmin. Gunakan kode berikut
untuk memilih dan membuka database phpTutorial.
$dbName = “phpTutorial”;
mysql_select_db($dbName);
sekarang database telah siap untuk digunakan. Kita dapat melangkah ke
tahap selanjutnya, yaitu memasukkan data.
Mengirim perintah untuk
mengambil/mengubah/menghapus data.
Perintah untuk memasukkan data dibuat dengan menggunakan aturan
SQL, dijelaskan lebih lengkap pada bagian selanjutnya. Query (perintah)
untuk memasukkan data adalah :
INSERT INTO userTable VALUES (
1,
‘endy’,
‘inipaswod’,
‘Endy Muhardin’
);
perintah tersebut dieksekusi di dalam script PHP sebagai berikut :
58
$query = “
INSERT INTO userTable VALUES (
1,
‘endy’,
‘inipaswod’,
‘Endy Muhardin’
);
“;
$hasil = mysql_query($query);
if($hasil){
echo(mysql_affected_rows().” orang ditambahkan ke dalam
sistem”);
}
Script kita harus mengambil data dari HTML Form (register.htm) dan
memasukkannya ke dalam database. Untuk itu, kita akan membuat file
register.php yang berisi kode sebagai berikut :
<?
$dbServer = “localhost”;
$dbUser = “endy”;
$dbPass = “test”;
$dbConn = mysql_pconnect($dbServer, $dbUser, $dbPass);
$dbName = “phpTutorial”;
mysql_select_db($dbName);
$query = “
INSERT INTO userTable
(UserName, Password, NamaLengkap)
VALUES (
‘$user’,
‘$pass’,
‘$namaLengkap’
);
“;
$hasil = mysql_query($query);
if($hasil){
echo(mysql_affected_rows().” orang ditambahkan ke dalam
sistem”);
}
?>
C. Mengakses hasil query
Setelah register.htm dieksekusi dengan sukses, kita telah memiliki satu
user dalam database. Dengan demikian, kita dapat menguji halaman
login yang telah kita buat. Untuk itu, kita perlu mengakses data dalam
database dan mencocokkannya dengan input yang diberikan user.
Langkah-langkah untuk mengakses data dalam database adalah :
59
Membuat sambungan database
Memilih database
Membuat query
Menjalankan query
Mengambil hasilnya
Memproses hasil
Query yang akan digunakan adalah :
SELECT * FROM UserTable WHERE userName=’input dari user’
Query ini akan dimasukkan ke dalam script menjadi :
$query = SELECT * FROM UserTable WHERE userName=’$login’
Dan dieksekusi dengan kode :
$hasil = mysql_query($query);
Bila userName yang diinputkan user tidak ada dalam database, query
akan mengembalikan 0 (nol) baris hasil. Bila ada, query akan
menghasilkan array yang berisi data pada masing-masing kolom dalam
database.
Untuk mengetahui jumlah hasil yang didapat dari query, digunakan
kode sebagai berikut:
$jumlahHasil = mysql_num_rows($hasil);
Apabila hasilnya tidak nol (berarti username telah terdaftar dalam
sistem), kita akan mengambil data password. Untuk itu, kita gunakan
perintah:
$data = mysql_fetch_array($hasil);
data password ada dalam array, diakses dengan cara :
$passDb = $data[“Password”];
60
Dengan demikian, keseluruhan script login.php akan menjadi :
<?
// variabel yang diperlukan untuk akses database
$user = “endy”;
$pass = “test”;
$db = “ContentManager”;
$server = “localhost”;
// membuat koneksi
$koneksi = mysql_connect($server, $user, $pass);
// memeriksa koneksi
if(!$koneksi){
echo(“Koneksi ke database gagal”);
exit;
}
// membuka database
mysql_select_db($db);
// membuat query
$query = “SELECT * FROM userTable WHERE
userName=’”.$login.”‘”;
// mengeksekusi query
$hasil = mysql_query($query);
// mengakses hasil
$jumlahHasil = mysql_num_rows($hasil);
if($jumlahHasil < 1){
echo(“User $login tidak ada dalam database <br>”);
}else{
echo(“User $login ada dalam database<br>”);
$data = mysql_fetch_array($hasil);
$passwordAsli = $data["password"];
if($password == $passwordAsli){
echo(“Password untuk user $login benar<br>”);
}else{
echo(“Password untuk user $login salah<br>”);
}
}
?>
61
XIII. String Handling
String handling adalah kumpulan function PHP yang berguna untuk
memanipulasi string. Ada banyak kegunaan yang bisa didapat dengan
menggunakan fungsi-fungsi ini, misalnya:
Pencarian kata dalam website
Pemeriksaan user input
Memformat file untuk keperluan khusus (misalnya email).
Dan sebagainya
A. Sekilas Regular Expression
Untuk dapat menggunakan fungsi-fungsi string handling dengan baik,
kita perlu menguasai teknik pembuatan pola kalimat. Contoh pola kalimat
misalnya, alamat email yang valid (misalnya endy@ngoprek.org) selalu
memiliki pola sebagai berikut:
satu atau lebih huruf/angka, diikuti tanda @ kemudian diikuti dengan
satu atau lebih huruf/angka, dipisahkan oleh tanda titik, lalu diakhiri
dengan satu atau lebih huruf/angka.
Pola tersebut, dapat dinyatakan dengan seperangkat kode sebagai
berikut :
Pola kode
Harus di awal kata ^
Huruf A-Za-z
Angka 0-9
Huruf atau angka [A-Za-z0-9]
Semua jenis karakter .
Berjumlah satu atau lebih + atau {1,}
Berjumlah nol atau lebih * atau {0,}
Berjumlah tiga sampai sepuluh {3,10}
Diikuti dengan @ @
Tanda titik .
Harus berada di akhir kalimat $
Pola alamat email di atas dapat dinyatakan dengan satu baris kode
sebagai berikut.
^.+@.+..+$
62
Atau kita dapat membatasi alamat email yang digunakan oleh user agar
hanya menerima domain com, net, atau edu dengan menggunakan pola
berikut :
^.+@.+.((com)|(edu)|(net))$
B. Penggunaan Regular Expression
Untuk mendemonstrasikan kemampuan string handling, kita akan
menggunakan input form yang akan memvalidasi alamat email dan
nomer telepon yang dimasukkan user.
CekMail.htm berbentuk seperti gambar di bawah:
input yang dimasukkan user akan diperiksa oleh script CekMail.php
yang berisi kode sebagai berikut :
<?
// validasi alamat email
$polaEmail = “^.+@.+..+$”;
if(!eregi($polaEmail, $email)){
echo(“Masukkan alamat email yang valid, misal :
endy@ngoprek.org”);
}else{
echo(“Alamat email valid”);
}
// validasi no telp
$polaTelp = “^+[0-9]{2}-[0-9]+$”;
if(!eregi($polaTelp, $telp)){
echo(“Masukkan nomer telepon yang valid, misal : +62-
315054307″);
}else{
echo(“No telp valid”);
}
?>
63
Function yang digunakan untuk memeriksa email pada script di atas
adalah eregi. Menerima input berupa pola yang diinginkan dan string
yang akan diperiksa. Function ini akan menghasilkan nilai true bila
polanya sesuai dan false bila pola yang dicari tidak ada pada string input.
64
XIV. Session
A. No Session
Pada waktu kita browsing menjelajahi website, misalnya e-mail, kita akan
diminta memasukkan username dan password. Prosedur ini hanya dilakukan
sekali pada awal proses. Selanjutnya sistem akan ‘mengingat’ identitas kita,
dan menampilkan informasi yang sesuai. Tanpa adanya session, sistem akan
salah dan menampilkan data rahasia ke orang yang salah.
Untuk mengetahui kegunaan session, kita akan membuat aplikasi tanpa
session. Kita membutuhkan satu halaman web dan tiga script php : login.htm,
loginNoSession.php, welcomeNoSession.php dan displayNoSession.php
login.htm
<html>
<head>
<title>Login</title>
</head>
<body>
<h1>Login </h1>
<form method=”POST” action=”loginNoSession.php”>
<table border=”1″ width=”44%”>
<tr>
<td width=”27%”>user : </td>
<td width=”73%”><input type=”text” name=”login”
size=”20″></td>
</tr>
<tr>
<td width=”27%”>password : </td>
<td width=”73%”><input type=”text” name=”pass”
size=”20″></td>
</tr>
<tr>
<td width=”27%”>&nbsp;</td>
<td width=”73%”><input type=”submit” value=”Submit”
name=”B1″><input type=”reset” value=”Reset” name=”B2″></td>
</tr>
</table>
</form>
<p><a href=”register.htm”>Daftar</a></p>
</body>
</html>
65
loginNoSession.php
<?
// — cek user dan password — //
if($login == “endy” && $pass ==”test”){
header(“Location: welcomeNoSession.php?user=endy”);
}elseif($login == “oky” && $pass ==”coba”){
header(“Location: welcomeNoSession.php?user=oky”);
}else{
echo(“User dan password salah”);
}
?>
welcomeNoSession.php
<?
echo(“Welcome $user <br>”);
echo(“<a href=”displayNoSession.php?user=$user”>”);
echo(“klik di sini untuk mengakses daftar kenalan
anda</a>”);
?>
displayNoSession.php
<?
$dbUser = “endy”;
$dbPass = “test”;
$db = “latihan”;
$server = “localhost”;
// membuat koneksi
$koneksi = mysql_connect($server, $dbUser, $dbPass);
// memeriksa koneksi
if(!$koneksi){
echo(“Koneksi ke database gagal”);
exit;
}
// membuka database
mysql_select_db($db);
// membuat query dan mengakses hasil
$query = “SELECT * FROM UserData WHERE user=’$user’”;
$hasil = mysql_query($query);
// menampilkan hasil
echo(“<table border=1>”);
echo(“<tr>”);
echo(“<td>NamaTeman</td>”);
echo(“<td>Keterangan</td>”);
echo(“</tr>”);
while($row = mysql_fetch_array($hasil)){
echo(“<tr>”);
echo(“<td>”.$row["namaTeman"].”</td>”);
echo(“<td>”.$row["keterangan"].”</td>”);
echo(“</tr>”);
}
echo(“</table>”);
?>
66
kode ini membutuhkan data contact yang diambil dari tabel UserData
dengan definisi sebagai berikut:
CREATE TABLE userData (
user VARCHAR(50),
namaTeman VARCHAR(50),
keterangan VARCHAR(50)
);
dan sampel data sebagai berikut:
INSERT INTO userData VALUES (
‘endy’,
‘Imanudin’,
‘Teman ceting’
);
INSERT INTO userData VALUES (
‘oky’,
‘Iswahyudi’,
‘Pak Lurah kos adhyaksa’
);
INSERT INTO userData VALUES (
‘oky’,
‘Anton Raharja’,
‘Rekan kerja di kantor’
);
INSERT INTO userData VALUES (
‘endy’,
‘Widya Andhini’,
‘Gebetan lama tapi masih mesra’
);
Jalannya aplikasi :
login dengan user = oky dan password = coba
67
klik link untuk mendisplay output, tampilan akan muncul sebagai
berikut:
sekarang, kita akan “memalsu” link yang ada di address bar untuk
menampilkan data user endy.
Buka browser baru dan masukkan link berikut di address bar:

http://localhost/latihan/displayNoSession.php?user=endy

Kemudian tekan enter.
68
Ooopss… dengan mudah data rahasia akan muncul.
Cara mencegah hal ini terjadi adalah dengan meminta user untuk
memasukkan login dan password setiap kali ia berpindah halaman.
Tetapi tentu saja cara ini menjengkelkan bagi user. Selain itu,
mempassing variabel login dan password di setiap halaman sangat tidak
aman dan rentan penyadapan.
Oleh karena itulah kita menggunakan session.
B. Konsep session
Session bekerja seperti tempat penitipan barang di supermarket. Kita
datang, menitipkan barang bawaan, dan petugas akan memberikan
tanda pengenal.
Pada saat kita akan mengambil barang, kita memberikan tanda pada
petugas, dan petugas akan dapat mengambil barang yang dititipkan
tanpa tertukar dengan barang orang lain.
Permasalahan yang terjadi adalah, bagaimana “tanda pengenal”
tersebut akan disimpan pada setiap halaman yang diakses user, sehingga
dapat diakses oleh sistem setiap kali user mengklik link.
Ada tiga alternatif yang dapat digunakan untuk menyimpan data
session :
o Cookie
o Hidden Form
o URL Embedding
69
C. Implementasi : Cookie
Cookie adalah informasi yang disimpan pada browser user. Script
menjalankan function setcookie yang akan menulis data di harddisk user.
Cookie ditulis pada browser user dengan menggunakan perintah :
setcookie(“sessionId”, “1234”);
Setelah itu, variabel $sessionId akan tersedia setiap kali browser
user mengakses sistem.
Cookie akan hilang dari browser user setelah melewati masa kadaluarsa
yang ditentukan atau dihapus melalui perintah:
setcookie(“sessionId”);
Pendekatan ini banyak mengundang kontroversi. Karena cookie dapat
menghilangkan privacy user dan berpotensi mengandung virus. Oleh
karena itu, user dapat menonaktifkan cookie melalui setting di browser.
Dengan demikian, pendekatan ini kurang handal untuk diterapkan pada
aplikasi kita.
Untuk melihat dengan lebih jelas implementasi cookie, kita akan
memodifikasi aplikasi di atas sebagai berikut :
login.htm
<form method=”POST” action=”loginSessionCookie.php”>
loginSessionCookie.php
<?
// — cek user dan password — //
if($login == “endy” && $pass ==”test”){
setcookie(“user”, $login);
header(“Location: welcomeSessionCookie.php”);
}elseif($login == “oky” && $pass ==”coba”){
setcookie(“user”, $login);
header(“Location: welcomeSessionCookie.php”);
}else{
echo(“User dan password salah”);
}
?>
welcomeSessionCookie.php
70
<?
if(!$user){
echo(“Illegal Access”);
exit;
}
echo(“Welcome $user <br>”);
echo(“<a href=”displaySessionCookie.php”>”);
echo(“klik di sini untuk mengakses daftar kenalan
anda</a>”);
?>
tambahkan baris berikut pada bagian atas displayNoSession.php dan
save as displaySessionCookie.php
if(!$user){
echo(“Illegal Access”);
exit;
}
Untuk mengujinya, buka browser baru dan masukkan link berikut di
address bar:

http://localhost/latihan/displaySessionCookie.php

Kemudian tekan enter.
Anda akan mendapatkan:
Sekarang, disable cookie dengan cara :
Klik Tools – Internet Options
71
Klik tab Security dan klik tombol Custom Level
klik disable cookie
72
coba lagi mengakses halaman contact. Anda akan mendapat Illegal
Access.
D. Implementasi : Hidden Form
Cara kedua untuk menyimpan data session adalah dengan menyimpan
data tersebut pada hidden input yang ada dalam form. Misalnya dengan
menggunakan kode :
<input type=”hidden” name=”user” value=”$user”>
cara ini juga tidak dapat dilakukan di segala kondisi, karena ada saatsaat
di mana kita tidak dapat menggunakan form.
E. Implementasi : URL Embedding
Cara terakhir yang pasti berhasil adalah dengan “menempelkan”
variabel session di link/URL. Misalnya link menuju welcome.php
dimodifikasi menjadi welcome.php?sessionId=1234.
Satu-satunya kerugian cara ini adalah, link URL menjadi tidak bisa
di’bookmark’. Selain itu, link menjadi tidak indah dipandang mata. Tetapi
secara teknis, metode inilah yang paling efektif dan reliable.
F. Implementasi : Session API
Session API PHP menggabungkan teknik cookie dan teknik URL
Embedding. Apabila user mengaktifkan cookie, PHP akan menyimpan
data session pada cookie. Tetapi apabila cookie di-disable user, PHP akan
menyimpan data session pada URL. Mekanisme ini terjadi secara
otomatis apabila PHP dicompile dengan option –enable-trans-sid.
Cara penggunaan PHP Session API dapat dilihat pada
loginSessionApi.php, welcomeSessionApi.php, dan displaySessionApi.php.
Anda dapat memodifikasi setting Internet Explorer untuk melihat
bahwa metode ini dapat dijalankan walaupun cookie di-disable. Kita juga
tidak dapat mengetik langsung URL

http://localhost/latihan/displaySessionApi.php

untuk membuka halaman pribadi.
73
loginSessionApi.php:
<?
// — cek user dan password — //
if($login == “endy” && $pass ==”test”){
session_start();
$user = $login;
session_register(“user”);
header(“Location: welcomeSessionApi.php”);
}elseif($login == “oky” && $pass ==”coba”){
session_start();
$user = $login;
session_register(“user”);
header(“Location: welcomeSessionApi.php”);
}else{
echo(“User dan password salah”);
}
?>
welcomeSessionApi.php
<?
session_start();
if(!session_is_registered(“user”)){
echo(“Illegal Access”);
exit;
}
echo(“Welcome $user <br>”);
echo(“<a href=”displaySessionApi.php”>”);
echo(“klik di sini untuk mengakses daftar kenalan
anda</a>”);
?>
74
displaySessionApi.php
<?
session_start();
if(!session_is_registered(“user”)){
echo(“Illegal Access”);
exit;
}
$dbUser = “endy”;
$dbPass = “test”;
$db = “latihan”;
$server = “localhost”;
// membuat koneksi
$koneksi = mysql_connect($server, $dbUser, $dbPass);
// memeriksa koneksi
if(!$koneksi){
echo(“Koneksi ke database gagal”);
exit;
}
// membuka database
mysql_select_db($db);
// membuat query dan mengakses hasil
$query = “SELECT * FROM UserData WHERE user=’$user’”;
$hasil = mysql_query($query);
echo($sessionId);
// menampilkan hasil
echo(“<table border=1>”);
echo(“<tr>”);
echo(“<td>NamaTeman</td>”);
echo(“<td>Keterangan</td>”);
echo(“</tr>”);
while($row = mysql_fetch_array($hasil)){
echo(“<tr>”);
echo(“<td>”.$row["namaTeman"].”</td>”);
echo(“<td>”.$row["keterangan"].”</td>”);
echo(“</tr>”);
}
echo(“</table>”);
?>

Posted in Komputer | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.